Pemda DIY Kerahkan ASN Bersihkan Malioboro

Kota Jogja9 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengerahkan aparatusr sipil negara (ASN) untuk membersihkan Malioboro setelah unjuk rasa berujung aksi anarkis. ASN Pemda DIY dan Pemkot Jogja bahu membahu membersihkan puing-puing bekas aksi anarkis pada Kamis (29/10/2026) pagi.

Mereka membersihkan sampah dan batu-batu yang berserakan, mengecat ulang tembok-tembok yang menjadi sasaran vandalisme, serta memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat aksi ricuh tersebut. Selain itu, petugas juga bergerak mendata atau menginventaris fasilitas umum dan aset-aset yang terdampak.

banner 336x280

Aksi bersih-bersih itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti. Gelaran gotong royong itu dilakukan untuk memulihkan kondisi Malioboro agar kembali bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Ni Made mengaku sangat menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab saat aksi penyampaian aspirasi tersebut. Hingga mengakibatkan beberapa aset pemda mengalami kerusakan.

“Kami berharap kejadian itu tidak terulang lagi. Boleh menyampaikan aspirasi, boleh menyampaikan apa yang menjadi saran dan kritik mungkin disesuaikanlah. Karena apapun itu akan menyebabkan kerugian bagi kita semua kalau diakhiri dengan tindakan anarkis. Inikan (fasilitas umum) kami bangun dengan uang rakyat juga,” ucap Made, Kamis.

Made menyebut, Malioboro adalah kawasan wisata milik masyarakat. Oleh karena itu, harus dijaga bersama agar tetap menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi siapa saja.
“Kawasan Malioboro ini adalah kawasan milik kita semua ya, jadi harus dijaga dari sisi kenyamanan dan keamanan wisatawannya. Apapun itu, banyak orang yang mencari rezeki di kawasan ini,” tutur Made.

Ia menegaskan, dampak dari kericuhan tersebut sangat luas. Termasuk menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat dan mengganggu roda perekonomian para pelaku usaha serta pekerja pariwisata yang bergantung pada kawasan tersebut.

Pihaknya memastikan bahwa pemerintah daerah tetap terbuka dan selalu siap menampung serta menindaklanjuti setiap aspirasi maupun kritik yang disampaikan secara konstruktif sesuai dengan kewenangan yang ada. Oleh karena itu, Made mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan cara-cara yang bijak dan damai dalam menyampaikan pendapat ke depannya. “Harapan besar kami, mari ke depannya kalau ingin menyampaikan aspirasi, menyampaikan mungkin saran kritik, bisa dengan cara yang baik, bisa dengan cara yang bijak dan damai saja ya,” pesannya.

“Jadi jangan membuat ketakutan juga bagi masyarakat. Ini dampaknya sangat luas. Kami pemerintah daerah mendengarkan apa yang menjadi aspirasi teman-teman semua, dan ini sesuai dengan kewenangan kami, semua akan kami fasilitasi ataupun kalau itu menjadi kewenangan daerah akan kami tindak lanjuti,” tandasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *