Sambut HUT ke-81 RI, 1.400 Warga Kota Jogja Ikuti Lomba Mural di Code

Berita, Kota Jogja117 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Aliran Sungai Code yang membelah Kota Jogja di Taman Perwira, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan pada Jumat (14/8/2026) pagi tampak tak biasa. Gemericik air sungai berpadu riuh dengan gelak tawa warga yang bahu- membahu merawat lingkungan sekitar.

 

banner 336x280

Di sepanjang dinding bantaran Sungai Code yang awalnya polos dan kusam disulap menjadi kanvas raksasa penuh warna oleh warga. Jemari para remaja, pemuda, hingga orang dewasa tampak luwes menorehkan kuas warna-warni dalam kegiatan lomba mural dan bersih-bersih Sungai Code tersebut.

 

Semangat gotong royong itu mewarnai rangkaian Pesta Rakyat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang digelar Istana Kepresidenan Gedung Agung Jogja berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.

 

Tim Pelaksana dari Istana Kepresidenan Gedung Agung Jogja, Amila, mengungkapkan total ada sebanyak 1.400 warga yang terlibat dalam kegiatan bersih kali dan lomba mural tersebut. Ribuan warga itu berasal dari berbagai wilayah kemantren di Kota Jogja.

 

“Masing-masing kemantren mengirimkan 100 peserta. Ada 14 kemantren di Kota Jogja, jadi total peserta sekitar 1.400 orang yang terlibat aksi resik kali (bersih sungai) dan lomba mural,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).

 

Aksi bersih-bersih dan mewarnai dinding beton pinggir sungai itu bukan sekadar perlombaan biasa. Amila menyebut, tembok pinggir Sungai Code sengaja dipilih sebagai media lukis agar pesan moral tentang lingkungan dan nasionalisme dapat tersampaikan secara visual. Sehingga bisa menarik atensi siapa saja yang melintas, sekaligus menghindari dari aksi vandalisme.

 

​”Dinding ini mulanya polos. Kami ingin mural ini mengandung makna tersendiri dan menyampaikan pesan-pesan moral secara lebih menarik. Kebetulan dari DLH punya semangat ‘Resik Kaline, Sehat Kotane’, lalu kami kolaborasikan dengan tema kemerdekaan dan gotong royong,” jelasnya.

 

​Dikatakan, proses penilaian karya mural tersebut akan melibatkan tim juri profesional dari kalangan akademisi, seperti dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Kriteria penilaiannya pun tak hanya melihat keindahan gambar, tetapi juga pesan edukatif, kerapian, serta kekompakan masing-masing tim kemantren.

 

Ditanya terkait jumlah volume sampah yang didapat saat aksi bersih-bersih Sungai Code, Amila memperkirakan tidak sampai 1 ton.

 

“Mengingat Kali Code memang sudah lumayan bersih sedari awal, karena rutin dibersihkan. Jadi hari ini kemungkinan tidak sampai satu ton,” katanya.

 

Dia berharap, gelaran itu bisa memperkuat konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Selain itu, Pesta Rakyat yang diadakan oleh Gedung Agung Istana Jogja juga bisa menjadi representasi HUT ke-81 RI menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

 

Ribuan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan itu, salah satunya peserta dari Kemantren Gedong Tengen. Perwakilan peserta, Yulius Wahyu, mengungkapkan bahw kelompoknya mendesain konsep mural berunsur alam dan kemerdekaan.

 

​”Tema mural kami adalah Kali resik sesuai dengan semangat hari ini. Kami menggambarkan suasana sungai yang bersih, tenang, dan asri. Harapannya, kalau kalinya resik (bersih), masyarakatnya apik (baik), dan pikirannya ikut jernih,” tutur Yulio.

 

Dia menyebut, total hampir 100 orang dari kontingen Gedongtengen terlibat aktif dalam aksi bersih sungai maupun pembuatan mural. Meskipun sebagian besar peserta adalah warga amatir (bukan pelukis), namun proses pengerjaan tetap berjalan solid dan penuh kebersamaan.

 

​”Kami di sini mayoritas amatir, yang profesional hanya dua orang kawan kami yang merancang desain. Kami sungguh senang dan mendukung penuh kegiatan ini. Dengan mural ini, pinggir sungai jadi tambah meriah, bebas vandalisme, dan warga makin semangat untuk tidak membuang sampah di sungai,” katanya.

 

​Lebih lanjut, dia berharap momentum HUT ke-81 RI bisa membawa kesejahteraan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

​”Harapannya, merdeka untuk diri sendiri, merdeka untuk negara. Masyarakat semua makmur dan bahagia, serta pemerintahnya bisa terus maju bersama masyarakat,” tutupnya. (Dewi Rukmini)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *