JOGJA, JANASVARA.COM — Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) VII Kota Jogja Tahun 2026 di SMP Pangudi Luhur 1 Jogja, Sabtu (22/8/2026). Pesparani VII ini sebagai wadah yang mempertemukan umat Katolik dari berbagai paroki sekaligus memperkuat persaudaraan.
Menurut Hasto, tema Pesparani tahun ini memiliki makna penting karena mengajak umat untuk berjalan bersama dengan membangun kesatuan hati, pikiran dan pujian.Ia mengajak peserta tidak hanya memaknai Pesparani sebagai kompetisi untuk mendapatkan juara, tetapi juga sebagai ruang untuk menghayati nilai iman dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesparani pada kesempatan kali ini juga membentuk karakter kita. Kita hayati makna apa yang kita ucapkan dan kemudian kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hasto.
Hasto juga berharap Pesparani menjadi sarana menumbuhkan bakat, memperkaya liturgi, memperkuat kebersamaan, serta membangun solidaritas dan semangat gotong royong.”Suara dan penampilan peserta dalam Pesparani bukan sekadar pertunjukan, tetapi dapat menjadi ekspresi iman, budaya dan rasa syukur atas anugerah Tuhan,” kata Hasto.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mengapresiasi kepedulian SMP Pangudi Luhur 1 Jogja terhadap lingkungan. Ia menilai kebersihan kawasan sekolah serta komitmen mengurangi sampah dapat menjadi contoh bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Hasto juga mendukung penerapan kawasan tanpa asap rokok di lingkungan sekolah. Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi dan keteladanan kepada anak-anak.
Ia menegaskan dukungan Pemkot Jogja terhadap berbagai kegiatan yang memperkuat toleransi dan persaudaraan. Semangat tersebut sejalan dengan karakter Jogja sebagai kota yang menjunjung nilai toleransi dan kebhinekaan.
“Saya mengucapkan selamat bertanding dan berkompetisi dalam rangka kasih dan persaudaraan. Tunjukkan yang terbaik bukan hanya untuk meraih juara, tetapi juga memuliakan Tuhan melalui talenta yang Bapak, Ibu dan saudara miliki,” ujar Hasto.
Pesparani tahun ini mempertandingkan sembilan kategori, yakni Bertutur Kitab Suci, Mazmur Anak, Mazmur Remaja, Mazmur Orang Muda Katolik (OMK), Mazmur Dewasa, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Dewasa Pria, Cerdas Cermat Rohani Anak, dan Cerdas Cermat Rohani Remaja.
Ketujuh paroki yang ambil bagian dalam Pesparani VII antara lain Paroki Baciro, Paroki Bintaran, Paroki Administratif Brayat Minulya, Paroki Jetis, Paroki Kidul Loji, Paroki Kumetiran, dan Paroki Pugeran. Para peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan membawa semangat kompetisi sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.
Kepala SMP Pangudi Luhur 1 Jogja, Bruder Yustinus Tri Haryadi FIC, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan Pesparani VII. “Ini menjadi kesempatan yang baik untuk saling membangun persaudaraan, saling membangun persahabatan,” ujar Bruder Yustinus.
Ketua Panitia Pesparani VII, Veronika Tatik Tri Jatiningsih, mengatakan Pesparani tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, merawat toleransi dan kebhinekaan di Kota Jogja. Ia menyebut tema Berjalan Bersama dalam Sabda: Sehati, Sepikir, Sepujian menjadi landasan dalam penyelenggaraan kegiatan tahun ini.
“Penyelenggaraan Pesparani bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata umat untuk terus merawat toleransi dan kebhinekaan di Kota Jogja,” katanya.(Wisnu Wardhana)










