Pemkot Jogja Dorong Peningkatan Kesadaran Politik Pemuda Lewat Lomba Edukatif

Kota Jogja35 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja mengintensifkan berbagai kegiatan literasi politik dan demokrasi yang menyasar generasi muda pada tahun ini. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas rendahnya tingkat partisipasi pemilih pemula dan usia produktif di Kota Jogja.

Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Badan Kesbangpol Kota Jogja, Polana Setiya Hati, memaparkan, berdasarkan kajian Universitas Gajah Mada (UGM) angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilkada 2024 tercatat sebesar 64%. Artinya, terdapat lebih 35%  warga Jogja yang tidak menggunakan hak pilihnya.

banner 336x280

​”Berdasarkan hasil kajian yang kami lakukan bersama UGM pada 2025 lalu, ternyata sebagian besar dari 35 persen warga yang tidak menggunakan hak pilih tersebut merupakan generasi muda usia produktif. Hal ini menjadi PR dan keprihatinan bersama,” ujar Polana saat Jumpa Pers di Balaikota Jogja, Rabu (12/8/2026).

Oleh karena itu, Pemkot Jogja mulai mengintensifkan berbagai kegiatan literasi politik dan demokrasi yang menyasar para pelajar hingga pemuda-pemudi di Bumi Mataram. Fokus utama langkah tersebut guna meningkatkan pemahaman, etika, serta budaya politik anak muda, sehingga partisipasi aktif mereka dalam menyalurkan suara di masa mendatang dapat tumbuh secara berkelanjutan

“Meskipun di tengah keterbatasan anggaran APBD karena efisiensi. Kami tetap berupaya semaksimal mungkin menyelenggarakan kegiatan yang menyasar dan lebih memperhatikan generasi muda,” katanya.

Serangkaian program literasi demokrasi itu akan diselenggarakan dalam bentuk perlombaan serta kegiatan edukatif, semisal Olimpiade Demokrasi, Lomba Inisiasi Demokrasi, hingga Parlemen Pelajar.

Polana menjelaskan, Olimpiade Demokrasi akan digelar dalam format lomba cerdas cermat yang ditujukan bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-Kota Jogja secara tim berisi tiga orang. Lomba tersebut akan bergulir dalam dua babak yang memperebutkan total hadiah uang pembinaan senilai Rp20 juta beserta trofi dan sertifikat.

Kemudian, lomba inisiasi demokrasi dilaksanakan dalam bentuk kompetisi pembuatan video monolog edukatif dengan tema utama Netizen dalam Demokrasi. Lomba kategori individu itu terbuka untuk masyarakat umum berusia 17-40 tahun dan akan memperebutkan total hadiah Rp10 juta bagi lima pemenang.

“Kami berharap para peserta nantinya bisa menjadi pelopor, edukator, sekaligus motivator dalam menanamkan nilai-nilai budaya dan etika politik di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Untuk kegiatan Parlemen Pelajar diagendakan akan berlangsung pada 18 Agustus 2026. Kegiatan itu mengusung konsep simulasi (role play), di mana para peserta siswa SMA/SMK sederajat akan mensimulasikan peran anggota DPRD DIY, mulai dari proses persidangan, sidang komisi, hingga sidang paripurna. Dikatakan, dalam kegiatan itu akan dihadiri jajaran Komisi A DPRD Kota Jogja sebagai narasumber.

“Pelajar tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih mengkritisi kebijakan publik. Hasil diskusi dan masukan konkret dari mereka nantinya diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi para pengambil kebijakan di Pemerintah Kota Jogja,” terang dia.

Polana menambahkan, guna menjamin objektivitas serta kualitas materi dan penilaian lomba, Kesbangpol Kota Jogja menggandeng berbagai pihak profesional di bidang demokrasi.

​”Kami melibatkan juri yang kompeten, salah satunya dari LSM seperti KISP (Komite Independen Sadar Pemilu) yang memang berkompeten di bidang demokrasi dan politik. Kami juga melibatkan teman-teman dari UGM, seperti dari Center for Digital Society (CfDS) serta dosen FISIPOL UGM, supaya tidak ada kekeliruan dalam penilaian dan penyusunan soal bisa lebih dinamis,” tandasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *