JOGJA, JANASVARA.COM – Ratusan orang membanjiri kawasan Malioboro di depan Istana Gedung Agung Yogyakarta pada Senin (17/8/2026). Mereka tampak antusias menyaksikan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di lokasi tersebut, meski hanya bisa memantau dari balik tembok pagar.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai wilayah mendatangi kawasan Titik Nol Kilometer. Sebagian besar warga tampak menggenakkan berbagai atribut bernuansa kemerdekaan Merah Putih, mulai dari pakaian hingga aksesoris maupun bendera kecil.
Pantauan Janasvara.com, sekitar pukul 10.00 WIB Sirine Gauk berkumandang di Titik Nol Kilometer Malioboro. Suara raungan sirine tersebut menjadi penanda gelaran Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dimulai.
Warga yang penasaran pun semakin mendekat ke pagar tembok Istana Gedung Agung Yogyakarta. Tak sedikit warga yang mengintip jalannya upacara bendera dari celah pagar. Bahkan, sejumlah warga nekat memanjat pohon agar bisa melihat gelaran upacara dengan lebih jelas.
Ketika tiba momen pengibaran bendera Merah Putih diiringi alunan lagu Indonesia Raya, suasana di Malioboro Kota Jogja berubah khidmat. Para warga mulai pejalan kaki hingga pengendara tampak menghentikan aktivitasnya. Mereka mengambil sikap sempurna dan memberikan hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Seorang warga Sleman, Tantri (44), mengaku sengaja datang sejak pagi untuk merasakan langsung atmosfer pengibaran bendera secara khidmat sekaligus berolahraga bersama keluarga.
”Sebagai warga, tentu ada rasa cinta tanah air dan semangat untuk merayakan kemerdekaan. Momen yang paling saya tunggu adalah melihat pasukan pengibar bendera bertugas. Semoga Indonesia semakin jaya dan perekonomian ke depan bisa makin membaik,” ujar Tantri yang mengenakan busana bernuansa Merah Putih.
Euforia serupa juga dirasakan oleh Halimah, warga asal Sumatra Utara yang kini menetap di Sleman. Ia dan suami memboyong dua anaknya yang masih balita berusia 4 dan 2 tahun ke Malioboro untuk mengenalkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini.
”Kami datang dari jam 08.00 pagi. Kami merasakan merdeka berkat jasa para pejuang dulu, jadi ke sini sengaja beli atribut Merah Putih untuk menanamkan jiwa patriotisme dan rasa bangga pada anak-anak sejak kecil,” ungkap Halimah.(Dewi Rukmini)










