Samakan Standar Penanganan Bencana, BPBD Kota Jogja Gelar Latihan Gabungan

Kota Jogja38 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menggelar latihan gabungan kebencanaan bersama sejumlah instansi untuk menyamakan standar penanganan bencana di lapangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (29/10/2026), dengan melibatkan sekitar 150 personel.

Latihan ini melibatkan BPBD, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Basarnas, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta relawan setempat.

banner 336x280

Kepala BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, mengatakan latihan gabungan diperlukan untuk membangun mekanisme koordinasi yang jelas ketika terjadi bencana. Hal ini mengingat setiap instansi memiliki sumber daya, sarana, dan prasarana (sarpras) yang berbeda dalam mendukung proses penanganan.

“Tentu supaya ada satu mekanisme yang jelas, standar operasional penanganan yang jelas sudah ada aturannya,” kata Nur Hidayat saat diwawancarai wartawan, Kamis (29/10/2026).

Menurut dia, kesamaan mekanisme kerja diperlukan agar setiap personel memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, sumber daya yang dimiliki setiap instansi dapat dimanfaatkan secara optimal dan penanganan bencana di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Ini perlu ada pakem yang jelas,” ujarnya.

Dalam latihan tersebut, para personel mengikuti sejumlah materi, mulai dari komunikasi antarinstansi, penanganan bangunan runtuh, hingga penyelamatan vertikal atau vertical rescue. Mereka juga berlatih menggunakan peralatan lifting untuk mendukung proses evakuasi korban saat terjadi gempa bumi yang mengakibatkan bangunan runtuh.

Nur berharap latihan semacam ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus membangun pola kerja yang lebih terarah. Ia juga meminta setiap anggota merespons kejadian bencana dengan cepat dan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Jogja, Muhamad Agus Maryanto, mengatakan pelaksanaan latihan gabungan tersebut mengacu pada standar dan ketentuan yang berlaku, termasuk pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas.

Selain meningkatkan keterampilan teknis penyelamatan, Agus menekankan pentingnya koordinasi dalam pengelolaan data dan informasi kebencanaan. Menurut dia, informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian harus menjadi rujukan bersama bagi seluruh instansi yang terlibat.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) memiliki peran dalam menghimpun dan memperbarui informasi lapangan secara berkala. Data tersebut diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan selama proses penanganan bencana hingga operasi berakhir.

“Pembaruan informasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak awal penanganan hingga operasi berakhir,” katanya.

Agus berharap latihan gabungan dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan personel, mempercepat respons, serta memperkuat efektivitas koordinasi antarinstansi.

Melalui penyamaan standar operasional dan pengelolaan informasi yang terintegrasi, penanganan bencana di Kota Jogja diharapkan berlangsung lebih cepat, terarah, dan efektif. (Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *