Enam Mahasiswa Terluka Akibat Demo Ricuh di Simpang Empat Gramedia Jogja

Kota Jogja33 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Aksi demonstrasi mahasiswa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, berlangsung ricuh pada Selasa (1/9/2026) malam. Akibatnya, sejumlah mahasiswa dilaporkan mengalami luka hingga membutuhkan penanganan medis akibat terjadi aksi saling dorong.

Direktorat Kemahasiswaan UGM, Hempry Suyatna, mencatat ada enam orang mahasiswa yang mengalami luka-luka dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih saat aksi. Di antaranya lima korban merupakan mahasiswa UGM dan satu mahasiswa UNY. Dikatakan, korban mengalami luka fisik, sesak napas, hingga trauma.

banner 336x280

“Lukanya ada yang lebam dan memar akibat dugaan terpukul, tertendang, atau terkena sikut. Ada juga yang mengalami sesak napas dan trauma. Namun, alhamdulillah sekitar pukul 00.30 WIB seluruh mahasiswa yang sempat dirawat sudah diperbolehkan keluar dari RS Panti Rapih,” ujar Hempry ditemui di UGM, Rabu (2/9/2026).

​Hempry mengaku memantau langsung kondisi unjuk rasa di lapangan sejak sore hingga dini hari. Dia menyebut, para mahasiswa mulai memadati lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dan diisi dengan orasi-orasi ilmiah. Awalnya aksi penyampaian pendapat kritis para mahasiswa berjalan kondusif.

​Namun, situasi sempat memanas pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB akibat adanya dugaan provokasi dari kelompok masyarakat tertentu. Ketegangan itu kembali normal sekitar pukul 19.20 WIB, bahkan mahasiswa sempat bernyanyi bersama di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB.

​Eskalasi kekerasan memuncak menjelang tengah malam, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB. Kelompok masyarakat mendadak memaksa mundur mahasiswa dan dilakukan secara anarkis.

​”Adik-adik mahasiswa ini tidak anarkis dan tidak membuat rusuh, tetapi mereka dipukul mundur secara tiba-tiba dengan tindakan kekerasan yang tidak semestinya oleh kelompok masyarakat tertentu. Ada juga indikasi penggunaan spray (semprotan merica) yang mengenai peserta di lokasi,” ujarnya.

Disinggung terkait batasan waktu dan rencana pengakhiran aksi, Hempry mengungkapkan bahwa massa aksi bertahan hingga malam karena belum adanya tanggapan konkret atas tuntutan mereka.

​”Sebenarnya negosiasi dengan pihak kepolisian sudah dilakukan. Namun sekitar pukul 19.00 WIB chaos (kericuhan) kecil sudah mulai terjadi, dan itu yang menjadi pemicu awal timbulnya hal-hal yang tidak kami inginkan,” tutur dia.

Sementara itu, identitas mahasiswa yang mengalami luka dan sempat dirawat di RS Patih Rapih antara lain, Naila Arrifqi (24) dan Madanastra Mana (24) merupakan mahasiswa UGM yang mengalami trauma serta sesak napas.

Kemudian, Mega Theresia Narwadan (24) mahasiswa UGM fakultas Filsafat mengalami luka robek di jidat, Syarifah Khadizah Al Maghraby (25) mahasiswa Fisipol UGM mengalami luka robek di bibir.

Lalu, Zidan (24) mahasiswa Filsafat UGM mengalami luka memar di pelipis, perut, dan kepala belakang. Serta Muhammad Zaky mahasiswa UNY mengalami memar di pelipis.(Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *