WJNC 2026 Akan Digelar ke Kawasan Malioboro. Ini Alasannya

Kota Jogja28 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Perhelatan tahunan Wayang Jogja Night Carnaval (WJNC) sebagai puncak peringatan HUT ke-270 Kota Jogja dipastikan bakal tampil berbeda pada 7 Oktober 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memutuskan untuk memindahkan lokasi pawai budaya tersebut dari kawasan Tugu Jogja ke sepanjang koridor Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa perubahan rute itu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan dalam menikmati atraksi seni wayang yang disuguhkan. “Kami ingin cerita tentang Wayang Jogja Night Carnival itu bisa dinikmati oleh penonton dan pengunjung. Karena, pengalaman sebelumnya di Tugu itu penonton berjubel sampai 40.000 orang. Kalau kami tarik rutenya lebih panjang dari Malioboro sampai Titik Nol Kilometer, cerita wayangnya bisa lebih dinikmati. Apalagi Malioboro merupakan pusat perhatian atau center of interest publik,” ujar Hasto ditemui di Balaikota, pada Senin (7/9/2026).

Hasto menyebut, langkah itu juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Jogja untuk memperpanjang durasi tinggal (length of stay) para pelancong di Bumi Mataram. Dengan menggelar serangkaian event unggulan sepanjang Oktober 2026, Hasto menargetkan ada lonjakan kunjungan wisatawan pada puncak HUT ke-270 Kota Jogja tersebut.

banner 336x280

“Target penonton WJNC kami harapkan naik dari 40.000 menjadi 60.000 orang, syukur bisa lebih. Rangkaian acaranya juga dikemas hampir satu pekan,” paparnya.

Guna mengantisipasi kemacetan dan kepadatan penonton, Pemkot Jogja telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta sterilisasi kendaraan di kawasan Malioboro pada hari pelaksanaan.
Hasto menyampaikan, kendaraan besar bakal dialihkan dan kantong parkir utama disiapkan di kawasan Stadion Kridosono dan Menara Kopi sebagai area shuttle.

“Rekayasa lalu lintas sama seperti yang sering dilakukan, di mana tidak ada kendaraan-kendaraan besar yang masuk ke Jalan Mangkubumi. Tentu saat hari H, kendaraan besar akan di-stop (diberhentikan masuk kawasan Malioboro),” jelas dia.

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa perluasan skala rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Jogja tidak membebankan APBD secara berlebihan. Lantaran, Pemkot Jogja mengoptimalkan pola kemitraan dengan menggandeng para pelaku usaha dan industri pariwisata untuk menyemarakkan Hari Jadi Kota Jogja itu.

“Anggaran pemerintah tidak naik. Kami mengajak para pelaku usaha dan pariwisata untuk berpartisipasi penuh selama 1–31 Oktober 2026. Target kami bukan hanya pengunjung WJNC, tetapi terjadi peningkatan signifikan untuk sektor pariwisata dan ekonomi Jogja selama satu bulan penuh,” pungkas Wawan. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *