JOGJA, JANASVARA COM – Pengoperasian kereta api tambahan itu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan volume penumpang di wilayah daerah operasional (Daop) 6 Jogja dalam beberapa hari terakhir.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih mengatakan,
PT KAI (Daop) 6 memberangkatkan kereta tambahan sebagai alternatif transportasi setelah penerbangan ke beberapa bandara di tanah air ditutup. Beberapa bandara ini ditutup sebagai imbas meletusnya Gunung Anak Krakatau.
KAI Daop 6 mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang sebesar 24 persen pada Senin (7/9/2026), dengan total melayani 39.719 orang. Angka tersebut melonjak dibanding periode yang sama pada minggu sebelumnya, Senin (31/8/2026), yang mencatatkan total 32.076 penumpang.
“Peningkatan pada Senin (7/9/2026) turut dipengaruhi oleh pengoperasian dua perjalanan KA Tambahan relasi Jogja–Gambir,” jelas Feni, Selasa.
Berdasarkan data operasional KAI Daop 6 hingga Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB, tren keberangkatan penumpang yang memanfaatkan armada ekstra pascapenutupan awal Bandara Soetta tercatat cukup stabil.
Pada Minggu (6/9/2026) tercatat 455 penumpang armada KA tambahan. Kemudian pada Senin (7/9/2026), penumpang KA tambahan tercatat ada sebanyak 384 orang. Sementara pada Selasa (8/9/2026), tercatat ada sebanyak 350 penumpang yang telah memesan tiket KA tambahan. Dikatakan, data pemesanan dapat bergerak dinamis seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.
Feni menegaskan bahwa KAI Daop 6 Jogja akan terus memantau dinamika pergerakan penumpang di lapangan serta berkoordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan terkait. Masyarakat yang ingin melanjutkan mobilitas menuju Jakarta dan sekitarnya diimbau untuk dapat memanfaatkan ketersediaan tempat duduk pada KA Tambahan.
Hingga, Selasa (8/9/2026) PT KAI Daop 6 Jogja masih menjalankan Kereta Api (KA) tambahan tujuan Jakarta untuk mobilitas masyarakat. Sebanyak dua KA tambahan dari wilayah Jogja dan Solo dioperasikan menuju Jakarta meski bandara di Ibu Kota sudah kembali dibuka.
Seperti diketahui, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan Halim Perdanakusuma resmi dibuka kembali setelah dinyatakan aman dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Selasa. Dengan demikian secara bertahap dua bandara tersebut dapat melayani kedatangan penerbangan pesawat penumpang.
Feni membenarkan bahwa pengoperasian dua KA Tambahan tersebut dilakukan lantaran Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma saat ini masih dalam proses transisi operasional.
“Betul, dengan dibukanya (Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma) per dini hari ini, namun tentunya membutuhkan waktu proses transisi mendatangkan pesawat angkutannya,” ucap Feni saat dikonfirmasi, Selasa.
Dia memaparkan, dua kereta api tambahan yang beroperasi adalah KA Tambahan Solo-Gambir dan KA Tambahan Jogja-Gambir. Dikatakan, KA Tambahan relasi Solo Balapan-Gambir berangkat dari Stasiun Solo Balapan pada pukul 17.20 WIB. Sedangkan, KA Tambahan relasi Jogja-Gambir berangkat dari Stasiun Tugu Jogja pada pukul 22.00 WIB.
“Rangkaian KA Tambahan Solo-Gambir memiliki kapasitas 350 seat eksekutif. Sementara, untuk KA Tambahan Jogja-Gambir memiliki kapasitas 200 seat eksekutif dan 240 seat ekonomi,” ungkap dia. (Dewi Rukmini)









