WCCE 2026 Jadi Wadah Positif Perluas Wawasan

Sleman23 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, JANASVARA.COM – Kegiatan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 menjadi wadah positif untuk memperluas wawasan, menjalin sinergi lintas sektor, serta menyerap berbagai praktik terbaik (best practices) pembangunan ekonomi kreatif. WCCE diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa hadir dalam pembukaan ini.

Danang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman mengapresiasi penyelenggaraan WCCE 2026. Melalui partisipasi aktif dalam forum WCCE 2026 di Jakarta ini, Pemkab Sleman berharap dapat terus memperkuat jejaring kemitraan, membina generasi muda kreatif, serta memastikan produk-produk unggulan daerah mampu beradaptasi dengan dinamika pasar global.

banner 336x280

Dalam acara tersebut, Wabup Sleman hadir bersama para menteri, pimpinan lembaga internasional, dan delegasi global tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, serta keberlanjutan sektor ekonomi kreatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Dalam sambutannya, Ia menegaskan ekonomi kreatif bukan lagi sekadar sektor pendukung, melainkan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional dan global.

Ia juga menyebut Pemerintah menargetkan investasi ekonomi kreatif mencapai Rp146 triliun pada 2026. Teuku mengatakan, realisasinya pada kuartal I 2026 telah mencapai 47% dari target tahunan.

WCCE 2026 dihadiri lebih dari 6.100 peserta dari lebih dari 80 negara, tujuh organisasi internasional, 183 pembicara, serta sekitar 50 kepala daerah. Dalam konferensi tahun ini, pemerintah mendorong tiga agenda utama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif global.

Pertama, menempatkan pelaku kreatif sebagai pusat pengembangan industri di tengah perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kedua, memastikan pertumbuhan industri yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, termasuk bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Ketiga, memperluas akses pasar dan pembiayaan melalui komersialisasi kekayaan intelektual.(Wisnu Wardhana)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *