Wamensos Dukung Pengusulan Udin Jadi Pahlawan Nasional

Bantul6 Dilihat
banner 468x60

BANTUL, JANASVARA.COM – Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono memberi dukungan pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin menjadi pahlawan nasional. Dukungan itu disampaikan daring via zoom saat penyelenggaraan acara Seminar Nasional bertema Menelusuri Jejak Perjuangan dan Pengabdian Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Gedung Induk Lantai 3 Parasamya, Bantul, Kamis (29/10/2026).

Agus Jabo membuka peluang lebar Udin diproses menjadi pahlawan nasional. Agus Jabo berhalangan hadir secara langsung karena agenda mendadak terkait persiapan peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden.

banner 336x280

Agus Jabo menyatakan dukungan terhadap perjuangan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa pengusulan harus dilengkapi bukti sejarah dan persyaratan administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia merujuk Undang-Undang Nomor 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang mengatur pemberian gelar kepada seseorang atas jasa dan pengabdian luar biasa kepada bangsa dan negara.

Menurut Agus Jabo, proses pengusulan perlu dimulai dari tingkat kabupaten atau kota melalui dinas sosial dan pemerintah daerah. Selanjutnya, usulan dikaji oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat kabupaten, diteruskan ke tingkat provinsi, kemudian diajukan kepada Kementerian Sosial untuk proses pengkajian di tingkat pusat.

Setelah melalui tahapan penilaian sesuai ketentuan, usulan akan diproses lebih lanjut melalui mekanisme Dewan Gelar sebelum menjadi keputusan Presiden. Karena itu, ia mendorong PWI dan berbagai unsur masyarakat untuk segera menyiapkan dokumen, literatur, serta bukti pendukung yang diperlukan agar proses pengusulan dapat berjalan secara terarah. Dukungan pemerintah daerah, menurut dia, menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan administrasi dan kajian sejarah dapat dipenuhi.

Pemerintah Kabupaten Bantul siap membentuk TP2GD untuk mengawal proses pengusulan tersebut. Komitmen itu disampaikan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih saat membuka seminar.

Seminar menghadirkan narasumber Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN sekaligus sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Najib Azca, Dua mantan anggota DPRD Bantul periode 1997–1999, Ahmad Subagyo dan Bambang Wahyu Nugroho, memaparkan pengalaman mereka saat terlibat dalam Pansus terkait kasus Udin, Anggota Tim Pencari Fakta PWI – Udin yang juga Redaktur Liputan Bernas saat Udin bertugas serta moderator Dr Drs Octo Lampito MPd yang merupakan Ketua PWI DIY saat Udin gugur dan kemudian memutuskan membentuk TPF PWI Udin. (Wisnu Wardhana)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *