Wabup Sleman Tekankan Pentingnya Ruang Positif Bagi Generasi Muda

Sleman43 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, anak-anak muda pada usia SMA sederajat memiliki energi yang sangat besar. Jika mereka tidak diberikan ruang dan wadah kegiatan yang positif, dikhawatirkan energi tersebut teralihkan ke hal-hal yang negatif.

“Panggung Lomba Band FESTAPORA #2 ini bukan sekadar ajang kompetisi musik, melainkan bentuk apresiasi dan pemberian panggung nyata bagi talenta-talenta muda untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka,” kata Danang dalam Lomba Band Antar Pelajar SMA, SMK, dan MA Sederajat se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam rangkaian kegiatan FESTAPORA #2 Tahun 2026, Sabtu (17/10/2026) malam di Atrium Rama Sleman City Hall (SCH).

banner 336x280

PESTAPORA digelara Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Lebih lanjut, Danang berpesan kepada para peserta agar gelar kemenangan tidak dirayakan dengan euforia yang berlebihan, melainkan dijadikan pemantik semangat untuk terus berkreasi dan mengasah kemampuan di dunia musik, khususnya di Kabupaten Sleman.

“Mengingat banyaknya grup musik dari Jogja dan Sleman yang berhasil menembus industri musik tingkat nasional, ia berharap para pelajar yang tampil pada ajang ini dapat menjadi generasi penerus grup band ternama melalui kedisiplinan berlatih dan menjaga kekompakan. Ia menekankan agar musik tidak hanya dianggap sebagai hobi semata, melainkan sebagai karya seni yang dihayati dan mampu menghasilkan prestasi bagi anak-anak mud,” jelas Danang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Heru Saptono, mengatakan, penyelenggaraan lomba band ini dilatarbelakangi oleh komitmen Dispora Sleman untuk menyediakan wadah kegiatan yang tepat dan sesuai dengan minat generasi muda (Gen Z) dalam menyalurkan aspirasi serta kreativitas mereka. Ajang FESTAPORA #2 ini diikuti oleh sebanyak 13 grup band pelajar dari berbagai wilayah di DIY. Setelah melalui proses kualifikasi, sebanyak 6 grup band terbaik berhasil melenggang ke babak final yang digelar pada malam puncak tersebut.

Heru Saptono menjelaskan bahwa persebaran peserta yang masuk ke babak final relatif merata dari seluruh wilayah DIY, yaitu tiga grup band dari Sleman, dua grup band dari Kota Jogja, dan satu grup band dari Gunungkidul. Sebenarnya terdapat pula minat yang tinggi dari grup band sekolah di wilayah Jawa Tengah, di mana ada dua grup band yang sempat mendaftar, namun untuk edisi tahun ini panitia masih membatasi kepesertaan khusus untuk wilayah DIY.

Keluar sebagai Juara I adalah grup band Ruang Tunggu dari SMA Budi Mulia Dua, disusul oleh Just Le Mount dari SMAN 2 Sleman sebagai Juara II, dan Muharmony dari SMA Muhammadiyah 2 di posisi Juara III. Untuk Harapan I diraih oleh After School dari SMA Muhammadiyah 1 Jogja, Harapan II diraih oleh Stemist dari SMK Negeri 2 Depok Sleman, serta kategori Band Favorit pilihan penonton yang jatuh kepada Moedja Band dari SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari.

Selain itu, apresiasi khusus bagi musisi terbaik individu juga diberikan kepada Arkana sebagai Vokalis Terbaik sekaligus Gitaris Terbaik bersama Imam, serta Alif sebagai Drummer Terbaik dari Ruang Tunggu SMA Budi Mulia Dua, serta Adib sebagai Bassist Terbaik dan Kelvin sebagai Keyboardist Terbaik dari Just Le Mount SMAN 2 Sleman.(Wisnu Wardhana)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *