SLEMAN, JANASVARA.COM – Kepergian Iyan Fathur Ar-Rozaq, siswa kelas X SMAN 2 Jogja, meninggalkan duka mendalam bagi lingkungan sekolahnya. Iyan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan bersama rombongan suporter PSS Sleman yang hendak menyaksikan pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026).
Iyan dikenal sebagai siswa berprestasi yang aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Kabar meninggalnya Iyan membuat keluarga besar SMAN 2 Jogja kehilangan salah satu siswanya yang dinilai memiliki banyak kontribusi dalam kegiatan kesiswaan.
Kediaman Iyan di Tlogoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dipenuhi suasana duka pada Senin (19/10/2026). Sejumlah teman sekelasnya datang untuk mengikuti prosesi pemakaman dan memberikan penghormatan terakhir.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa juga hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kepala SMAN 2 Jogja, Suprihatin, menuturkan bahwa informasi mengenai Iyan yang menjadi korban kecelakaan diterima pihak sekolah pada Minggu sore melalui bagian kehumasan.
“Kemarin sore kami mendapatkan info dari bagian kehumasan bahwa salah satu korban kecelakaan suporter PSS adalah siswa kami,” katanya saat diwawancarai wartawan.
Menurut Suprihatin, Iyan merupakan siswa yang memiliki kemampuan akademik baik. Ia diterima di SMAN 2 Jogja melalui jalur prestasi dan aktif mengikuti kegiatan organisasi maupun ekstrakurikuler.
“Anak ini termasuk anak yang pinter, masuknya melalui jalur prestasi. Selain itu juga aktif di OSIS maupun kegiatan kesiswaan Pasukan Inti Paskibra SMAN 2 Jogja,” jelasnya.
Iyan juga menekuni kegiatan futsal di sekolah. Minatnya terhadap sepak bola membuatnya memilih ekstrakurikuler tersebut sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
“Ya anak ini masuk di ekstrakurikuler futsal yang kegemarannya di sepak bola. Karena ketika baru, waktu masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dirinya mendaftar ekstra futsal,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada Iyan, pihak sekolah meniadakan kegiatan belajar pada jam pelajaran pertama agar siswa yang ingin menghadiri pemakaman dapat mengikuti prosesi tersebut.
Suprihatin menegaskan, kehilangan Iyan menjadi pukulan bagi keluarga besar sekolah karena almarhum dikenal berprestasi sekaligus aktif dalam beragam kegiatan.
“Ya tentunya kami keluarga besar SMAN 2 Jogja merasa kehilangan yang cukup besar, karena Mas Iyan merupakan siswa yang berprestasi dan aktif dalam berbagai kegiatan,” katanya.
Empat Suporter PSS
Kecelakaan yang menimpa rombongan suporter PSS Sleman tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyaksikan pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo.
Media Officer PSS Sleman, Fairuz Nur Razaq, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Insiden dilaporkan berlangsung sekitar pukul 08.15 WIB di Tol KM 616, wilayah Madiun, Jawa Timur.
Rombongan suporter diketahui berangkat dari Sleman pada Minggu pagi dengan menggunakan mobil Toyota Hiace bernomor polisi AB 7831 E. Kendaraan itu mengangkut total 15 orang, termasuk pengemudi.
Informasi awal yang diterima pihak PSS Sleman dari RS Caruban menyebutkan empat orang meninggal dunia. Adapun penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi yang beragam. “Data yang kami dapat ada 15 orang, termasuk supir,” kata Fairuz.
(Hadid Pangestu)
















