DIY Tempat Lahirnya PSSI (Bagian 2)

Catatan Wahyudi Kurniawan

Olahraga27 Dilihat
banner 468x60

BERBICARA tentang ekosistem sepakbola Indonesia tentu tidak lengkap tanpa berbicara tentang Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada satu fakta sejarah yang harus selalu kita ingat. PSSI lahir di Yogyakarta pada 19 April 1930.

Di kota inilah Soeratin Sosrosoegondo bersama para tokoh sepakbola pada masa itu membangun sebuah organisasi yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan sepakbola Indonesia. Bagi para pendiri PSSI, sepakbola bukan sekadar sebelas orang mengejar bola. Sepakbola juga menjadi bagian dari perjuangan membangun identitas, persatuan, harga diri dan kebanggaan bangsa. Karena itu, DIY sesungguhnya memiliki posisi yang istimewa dalam sejarah sepakbola nasional.

banner 336x280

Tetapi sejarah saja tidak cukup. Hampir satu abad setelah PSSI lahir di Yogyakarta, kita masih mempunyai ekosistem sepakbola yang hidup. Ada sepakbola di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.

DIY juga memiliki dua klub professional yang bertarung dalam kompetisi teratas sepakbola di tanah air, PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta. Kita juga punya suporter dan masyarakat dengan kultur sepakbola yang kuat. Artinya, DIY memiliki dua modal sekaligus, warisan sejarah dan ekosistem sepakbola.

Maka pertanyaannya, apakah tempat lahirnya PSSI juga bisa menjadi salah satu laboratorium untuk membangun masa depan sepakbola Indonesia? Menurut saya, itulah tantangan kita. (JANASVARA.COM/Bersambung)

Wahyudi Kurniawan
Mantan Ketua Askab PSSI Sleman 2017–2025
Mantan Waketum Asprov PSSI DIY 2019–2023

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *