SLEMAN, JANASVARA.COM – Menghadapi Porda 2027 mendatang, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Sleman bersama KONI telah melakukan persiapan matang satu tahun lebih awal melalui Pusat Pelatihan Pelajar Daerah (TPLP) yang memfokuskan pembinaan 23 cabang olahraga (cabor).
“Mempertahankan juara umum di 2027 tentu tidak mudah karena persaingan antar-daerah makin sengit. Karena itu, kami melakukan intensifikasi pelatihan dan try out (latihan tanding) dengan daerah lain seperti Solo dan Semarang, khususnya untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO),” jelas Kadispora Sleman Heru Saptono dalam acara Talkshow Sleman Bertumbuh bertajuk Sleman Sehat Prestasi Didapat, pada Jumat (11/9/2026).
Heru menambahkan, Pemkab Sleman juga memberikan perhatian besar berupa bonus apresiasi serta kemudahan fasilitas akademis bagi para atlet yang mengharumkan nama daerah. Langkah itu juga menjadi startegi agar atlet berbakat di Sleman tidak berpindah membela daerah lain.
“Ketika mereka berprestasi, kami berikan apresiasi berupa bonus. Atlet pelajar peraih emas kami berikan Rp3 juta, sedangkan untuk peraih emas Porda akan diberikan apresiasi bonus hingga Rp19 juta. Di tingkat nasional, apresiasi bahkan mencapai Rp10 juta. Penyerahannya kami lakukan pada momen Hari Olahraga Nasional,” ungkap Heru.
Selain bonus uang tunai, lanjut Heru, para atlet juga mendapatkan kemudahan jalur pendidikan. Pemkab Sleman memberikan credit point tambahan bagi atlet berprestasi untuk dimanfaatkan pada jalur prestasi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saat melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat SMA.
Tak hanya fokus pada bonus materi dan pendidikan, Pemkab Sleman juga terus mengoptimalkan sarana dan prasarana olahraga di wilayahnya. Di antaranya mengupayakan revitalisasi stadion atletik dan lapangan desa dengan pembuatan jogging trek, maupun memfasilitasi tujuh ruang terbuka hijau (RTH) berbasis kelurahan.
“Bentuk apresiasi bukan hanya nominal uang, tetapi juga fasilitasi, motivasi, dan pembinaan secara berkelanjutan. Kami berharap dengan iklim olahraga yang makin membaik, para atlet kebanggaan Sleman, termasuk yang telah berprestasi di tingkat internasional, tetap bangga membawa nama harum Kabupaten Sleman,” tuturnya.
Ketua Komisi C DPRD Sleman Bambang Sigit Sulaksono membagikan pengalamannya menjaring bibit atlet lokal hingga berprestasi di kancah internasional. Politisi PDIP itu mengisahkan keberhasilannya menemukan talenta catur muda asal Sleman, Shafira Devi Herfesa, yang dibina sejak usia sekolah dasar hingga kini sukses meraih gelar Woman International Master (WIM).
“Safira kami temukan sejak kelas 1 SD dari keluarga yang sangat membutuhkan. Berkat pembinaan berkelanjutan dan fasilitasi pendidikan khusus seperti di Sekolah Tumbuh, ia bisa berkembang pesat hingga menjuarai berbagai ajang kejuaraan nasional maupun internasional,” kenang Bambang.
Selain catur, Bambang membeberkan bahwa Kabupaten Sleman memiliki potensi bibit atlet yang melimpah di berbagai nomor cabang olahraga (cabor), termasuk cabor akuatik yang mencakup renang lintasan, polo air, renang indah, loncat indah, hingga renang perairan terbuka.
“Sleman ini gudangnya bibit atlet luar biasa. Sinergi antara fasilitas yang memadai, fleksibilitas pendidikan bagi atlet, serta pembinaan dari tingkat bawah membuat kontingen kabupaten lain kerap memperhitungkan ketangguhan Sleman menjelang ajang Porda,” tegasnya. (Dewi Rukmini)
















