Rumaket Fokus pada Pelestarian Warisan Budaya Takbenda

Sleman42 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Ajang tahunan Ruang Masyarakat Ketemu (Rumaket) ke-6 khusus difokuskan pada perayaan dan pelestarian Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Berbagai aktivasi yang berlangsung di Taman Pintar Jogja pada 4–10 Oktober 2026 ini disesuaikan dengan konteks zaman sekarang.

“Rumaket ini merupakan perayaan WBTb. Kami ingin menghadirkan warisan budaya takbenda Kota Yogyakarta melalui berbagai aktivasi agar pewarisan budaya bisa dimaknai dan diimplementasikan sesuai kondisi hari ini. Hal itu penting supaya anak-anak dan generasi muda dapat memahami budaya dengan lebih mudah dan baik,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti dalam konferensi pers di Taman Pintar Jogja, Sabtu (3/10/2026).

banner 336x280

Rumaket yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja menjadi salah satu rangkaian acara utama dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Jogja. Rangkaian acara Rumaket 2026 disiapkan secara interaktif dan inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Beberapa agenda utama yang disajikan meliputi pameran bertema Hageganti, peluncuran buku pemaknaan pewarisan budaya, hingga talk show, dan sesi pembelajaran dolanan anak.

Salah satu sajian yang menarik perhatian adalah kolaborasi seni bertajuk Wayang Playground. Pertunjukan wayang unik itu seluruhnya akan dimainkan oleh dalang dan pengrawit cilik, dengan mengusung alur cerita Menyusun Pazel Menuju Alenka yang dirancang khusus agar dekat dengan dunia anak-anak.

Tak hanya seni pertunjukan dan pameran, pengunjung juga dapat menikmati Bazaar Kuliner WBTb dan pertunjukan live cooking yang menyajikan ragam kuliner khas Kota Yogyakarta yang telah resmi ditetapkan sebagai WBTb. Panggung hiburan juga akan disemarakkan oleh pentas tarian daerah dan dolanan anak-anak.

Seluruh aktivitas akan disebar di beberapa titik kawasan Taman Pintar Yogyakarta, termasuk area playground, halaman depan, hingga ruang pemutaran film budaya.
Melalui gelaran itu, Yetti berharap masyarakat tidak sekadar datang untuk menonton, melainkan dapat berpartisipasi aktif serta menjadikannya sebagai sarana edukasi kebudayaan yang menyenangkan. “Kami berharap masyarakat luas dapat hadir, tidak hanya untuk melihat, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam rangkaian Rumaket ini,” pungkasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *