SLEMAN, JANASVARA.COM–Polda DIY menggelar pasar murah bertempat di halaman Mapolda DIY di Jalan Ring Road Utara, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (26/8/2026).
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu merupakan agenda rutin bulanan. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung ketahanan pangan dan mengendalikan angka inflasi di DIY.
”Kegiatan ini diinisiasi oleh Bapak Kapolda dan dilaksanakan setiap bulan untuk menjaga ketersediaan pangan serta menekan inflasi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, mulai pukul 07.30 WIB hingga paket habis,” ujar Ihsan, Rabu.
Dalam sehari Polda DIY menyiapkan sebanyak 600 paket bahan pokok murah. Sehingga total ada 1.200 paket yang disiapkan selama dua hari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
Menurut dia, berbagai komoditas pangan yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah tersebut lebih murah ketimbang harga pasar. Perbedaannya mulai Rp2.000.
“Beras premium ukuran 5 kilogram yang di pasaran seharga Rp78.000, kami jual Rp65.000. Sementara beras SPHP 5 kilogram yang harga pasarannya Rp56.500, kami jual Rp51.000. Komoditas lain seperti minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih juga dijual dengan harga murah,” papar dia.
Bahan pokok lain yang dijual dalam kegiatan itu antara lain gula pasir Rp14.000 per kg, minyak goreng Sania Rp16.000 per liter, telur ayam Rp21.000 per pack isi 15 butir, tepung terigu Rp8.000 per kg, bawang merah Rp30.000 per kg, bawang putih Rp33.000 per kg, mentega Rp5.000 per bungkus, mi instan goreng Rp14.000 per 5 bungkus, dan mi instan kuah Rp11.000 per 5 bungkus.
Ihsan menyebut, sasaran penerima program tersebut adalah masyarakat Jogja. Untuk menjaga ketertiban, Polda DIY telah menyalurkan kupon belanja kepada masyarakat sekitar. Kendati demikian, pihaknya tetap melayani warga yang langsung datang ke lokasi. “Tentu kami tetap batasi, masyarakat mungkin hanya bisa membeli paling banyak dua sampai tiga paket,” katanya. (Dewi Rukmini)










