Pemain Ketoprak di Bantul Meninggal Saat Pentas

Bantul19 Dilihat
banner 468x60

BANTUL, JANASVARA.COM – Peristiwa meninggalnya seorang pemain ketoprak saat tampil di atas panggung di Kabupaten Bantul menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Kepolisian membenarkan kejadian tersebut dan memastikan korban meninggal dunia akibat henti jantung.

Insiden itu terjadi saat pementasan ketoprak dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman rumah warga Dusun Petung RT 03, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Korban bernama Sarjiyono (62), atau yang akrab disapa Mbetut, warga Dusun Ngrame RT 02, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul.

banner 336x280

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan peristiwa yang viral di media sosial tersebut. “Benar, telah terjadi orang meninggal dunia saat pentas seni ketoprak dalam rangka Agustusan di Dusun Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Saat kejadian, korban tergabung dalam kelompok ketoprak Karya Budaya yang mementaskan lakon Ontran-Ontran Kademangan Dadapan. Dalam pertunjukan itu, Sarjiyono berperan sebagai panjak.

Tiba-tiba Terjatuh
Rita menjelaskan, pementasan semula berlangsung normal hingga korban memasuki adegan ketika memeluk lawan mainnya. Saat adegan tersebut berlangsung, korban mendadak terjatuh dalam posisi tertelungkup di atas panggung.

Awalnya, rekan sesama pemain mengira korban masih menjalankan bagian dari skenario. Namun, setelah beberapa saat korban tidak kunjung bangun, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

“Lawan main sempat mengira korban sedang berakting. Setelah dicoba dibangunkan, korban tidak memberikan respons dan diketahui sudah tidak sadarkan diri,” jelas Rita.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah kru dan saksi segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan penanganan medis.
Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis menyatakan Sarjiyono meninggal dunia pada pukul 00.34 WIB.

Hasil pemeriksaan dokter tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
Dari hasil pemeriksaan medis diketahui penyebab kematian korban adalah henti jantung. Keterangan keluarga juga menyebutkan bahwa Sarjiyono memiliki riwayat penyakit jantung.

“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung. Dari keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung,” tambahnya.

Setelah menerima penjelasan dari pihak rumah sakit dan kepolisian, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Dusun Ngrame, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan.(Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *