Kebakaran Transhome, Dua Korban Ditemukan Terjebak di Lantai 3

Sleman39 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Dua orang karyawan menjadi korban kebakaran di supermarket bahan bangunan Transhome di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Kamis (1/10/2026).

Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Basarnas Jogja, Dhedi Prasetya, mengungkapkan dua karyawan yang menjadi korban dalam insiden kebakaran itu berinisial W dan S. Dikatakan, korban ditemukan terjebak di lantai tiga oleh tim pemadam kebakaran.

banner 336x280

“Kondisinya tadi saat kami temukan, sudah henti nafas dan nadi. Posisi korban berada di lantai 3. Kedua korban (ditemukan) berdekatan di sekitar tangga. Untuk selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi,” ucap Dhedi di lokasi, Kamis.

Dia mengungkapkan, laporan kebakaran pertama kali diterima Unit Siaga SAR Sleman sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian pihaknya berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menyusun strategi evakuasi setelah mendapat informasi adanya korban terjebak di dalam gedung toko.

Proses pencarian dan evakuasi korban baru dilakukan setelah area dipastikan steril dan aman dari paparan suhu panas, api, serta asap pekat. Tim evakuasi pun dibekali alat bantu pernapasan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) serta peralatan pembuka pintu darurat (open door) untuk bergerak cepat mengevakuasi para korban.

​”Proses evakuasi berjalan sekitar 15 menit. Korban pertama berhasil dievakuasi dalam waktu 8 menit, sedangkan korban kedua membutuhkan waktu 7 menit,” jelasnya.

Dhedi melanjutkan, ​proses penanganan kebakaran tersebut melibatkan ratusan petugas gabungan dari tim Damkar Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kota Jogja, Kulonprogo, Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga bantuan dari wilayah Jawa Tengah seperti Klaten dan Boyolali.

​Proses evakuasi dinilai penuh risiko akibat medan yang sempit, serta banyaknya material bangunan yang berpotensi melepaskan gas beracun maupun bahan berbahaya pemicu paparan api (fire response hazard).

“Jadi perlu tim yang benar-benar kompeten,” katanya.

Sementara itu, mengenai penyebab pasti kebakaran, pihaknya menyatakan belum dapat menyimpulkan dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

​”Untuk penyebab kebakaran belum dapat kami simpulkan karena hal tersebut merupakan ranah dari pihak kepolisian. Saat ini proses pemadaman masih terus berjalan, sementara proses evakuasi korban telah selesai dihentikan,” pungkas Dedi. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *