Ayam MBG Kurang Matang, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Alami Mual hingga Diare

Kota Jogja24 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Sebanyak 413 orang siswa, guru, dan karyawan SMK Negeri 2 Jogja diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Diduga menu MBG yang menyebabkan keracunan massal dibagikan pada Rabu (16/9/2026), namun kejadian itu baru ketahuan pada Kamis (17/9/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Raden Suci Rohmadi, membenarkan peristiwa tersebut setelah menerima laporan kronologi resmi dari pihak sekolah.

banner 336x280

“Benar bahwa pada Rabu, 16 September 2026 di SMK Negeri 2 Jogja, siswa, guru, dan karyawan telah menerima paket menu program MBG dalam dua sesi. Yaitu sesi pertama sekitar pukul 07.00 WIB dan sesi kedua dikirim sebelum pukul 09.00 WIB, sebanyak 1.952 porsi dari SPPG Caturtunggal Depok Sleman 03,” ungkap Suci saat dikonfirmasi Jumat (18/9/2026).

Dia melanjutkan, saat itu pihak sekolah langsung mendistribusikan paket MBG tersebut kepada siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Jogja. Proses pendistribusian selesai sekitar pukul 09.00 WIB dan seluruh penerima manfaat MBG wajib mengonsumsi menu tersebut sebelum pukul 10.00 WIB.

Saat jam sekolah berlangsung hingga jam pulang, disampaikan tidak ada keluhan yang dirasakan oleh para siswa maupun guru. Namun, gejala gangguan pencernaan mulai bermunculan pada Rabu malam dan memuncak saat jam masuk sekolah pada Kamis (17/9/2026) pagi.

“Sampai dengan murid pulang sekolah tidak ada kejadian atau keluhan apapun. Akan tetapi pada Rabu malam, beberapa murid, guru, hingga karyawan merasakan gejala keracunan makanan mulai dari perut mual, pusing, dan gangguan pencernaan atau diare,” ujarnya.

Banyaknya siswa dan guru yang mengeluhkan kondisi tubuh serupa memicu pihak sekolah untuk menyebarkan angket data. Hasilnya, sebanyak 413 orang melaporkan gejala mual, pusing, dan diare. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa tidak masuk sekolah, dan ada satu orang siswa dilaporkan harus menjalani perawatan medis di puskesmas setelah mengalami perut melilit selama dua hari.

Merespons banyaknya keluhan, pihak sekolah dan SPPG memutuskan untuk menahan distribusi paket MBG pada Kamis (17/9/2026) pagi. Dapur penyedia menu MBG juga langsung menghentikan operasional untuk melakukan koordinasi serta investigasi internal.

​”Berdasarkan investigasi internal awal oleh pihak SPPG dan mitra dapur, terdapat dugaan sementara pada menu olahan ayam gongso yang dimasak kurang matang sempurna. Hal itu dimungkinkan karena pengolahan dalam porsi yang sangat besar,” bebernya.

​Usai kejadian tersebut, jajaran personel Polsek Jetis dikatakan telah mendatangi sekolah untuk melakukan investigasi pada Kamis (17/9/2026) siang. Selain itu, Puskesmas Jetis juga telah mengambil sampel makanan MBG yang dibagikan hari Rabu untuk dilakukan pengujian laboratorium intensif pada Jumat (18/9/2026).

​”Sebagai langkah antisipasi, penerimaan program MBG di SMK Negeri 2 Jogja dihentikan sementara sampai proses investigasi dan uji laboratorium dari pihak berwenang selesai,” pungkasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *