Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Lokal, Merti Dusun Ngepos Sleman Mantapkan Langkah Menuju Dusun Wisata

Sleman10 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Puncak acara merti dusun di Padukuhan Ngepos, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman berlangsung meriah pada Sabtu (31/10/2026). Gelaran tradisi tahunan itu dimeriahkan dengan pementasan enam kelompok kesenian lokal dan religius yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

​Dukuh Ngepos, Imam Mukhlasin, menjelaskan bahwa rangkaian puncak merti dusun diisi oleh berbagai pertunjukan seni tradisional hingga pementasan bernuansa religius yang digelar mulai siang hingga malam hari.

banner 336x280

​Pada sesi siang, perayaan dibuka dengan penampilan grup hadroh Fathul Mustofa dari Padukuhan Ngepos, dan dilanjut pertunjukan Solawat Jawa dari kelompok Madya Mudi Utomo. Kemudian pada sore harinya, dilanjut pementasan seni Jathilan Gedruk.

Sementara itu, panggung malam hari dimeriahkan oleh tiga kelompok kesenian lokal. Di antaranya seni tari kolaborasi humor edukasi Bancak Doyok, kelompok ketoprak humor Gandrung Nuswantoro, serta ditutup oleh penampilan seni tari Sekar Jagat Puswantoro.

​”Puncak acara ini kami lakukan dengan pementasan semua kelompok kesenian yang ada di Padukuhan Ngepos,” ucap Imam Mukhlasin.

Menariknya, pementasan seni dari kelompok Bancak Doyok tidak hanya menyajikan hiburan semata, tetapi juga diselingi dengan dialog edukatif. Imam sendiri mengaku turut ambil bagian langsung dalam pementasan humor edukasi tersebut.

​Ia menyebutkan, materi dialog dalam pertunjukan malam itu turut mengangkat isu krusial di bidang keolahragaan, yakni perlindungan kesejahteraan bagi atlet profesional pasca-masa aktif mereka.

​”Temanya kemarin dari Pak Dewan [anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan] itu tentang undang-undang keolahragaan, mengoptimalkan atlet dan pasca-atlet. Pasca-atlet itu kan belum ada aturan yang melindungi kesejahteraannya, jadi kami angkat melalui dialog humor edukasi,” terangnya.

Lebih lanjut, Imam mengungkapkan, gelaran merti dusun kali ini mengusung semangat kebersamaan dengan tema besar ‘Metro Maju Bersama’. Selain sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya, acara itu juga bertujuan untuk mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Padukuhan Ngepos, baik dari sektor kebudayaan, pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

​Imam menyebut, pagelaran tersebut juga menjadi langkah awal bagi warga Padukuhan Ngepos untuk merintis wilayahnya menjadi sebuah dusun wisata ke depannya. Dikatakan. rencana itu pun mendapat sambutan serta dukungan penuh dari pihak Kalurahan Lumbungrejo maupun jajaran dewan.

​”Tujuannya yang pertama kami memperkenalkan potensi di Padukuhan Ngepos, baik potensi kebudayaan maupun pemberdayaan ekonomi dan pertanian. Kemarin beberapa kali kami bertemu dengan Pak Lurah dan Pak Dewan, ternyata mereka sangat support untuk ditindaklanjuti. Ke depannya kalau bisa memang kami mau merintis jadi dusun wisata,” jelasnya.

Antusias warga untuk menghadiri gelaran merti dusun tersebut cukup masif, meski sempat diguyur gerimis. Panitia setempat pun telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa dua kantong parkir dengan estimasi kapasitas hingga 500 kendaraan, demi kelancaran arus pengunjung tanpa mengenakan tiket masuk (HTM).

Pihaknya mengaku akan mengevaluasi gelaran tersebut untuk tahun mendatang. Dia juga berharap, tradisi merti dusun tersebut dapat dapat memperkuat kekompakan dan kerukunan antarwarga.

​”Yang jelas [ke depan], pertama kami mengguyubkan lagi dalam mengompakan warga dusun. Kalau sudah kompak, nanti dalam peningkatan potensi jadi lebih mudah. Kami bersatu untuk membangun dusun menjadi lebih berjaya dan mewujudkan cita-cita menjadi dusun wisata,” tandasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *