Pembangunan RTH di Eks Parkiran Abu Bakar Ali Ditargetkan Selesai Desember 2026

Kota Jogja3 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menargetkan proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru di lahan eks parkiran Abu Bakar Ali, utara Jalan Malioboro, Kota Jogja dapat selesai pada 22 Desember 2026 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa proyek tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Pemda DIY untuk menyiapkan ruang publik yang representatif bagi masyarakat.

banner 336x280

“Iya RTH itu targetnya di 22 Desember 2026, Insya Allah semua selesai. Itu kan bagian dari kami menyiapkan ruang publik, jadi mudah-mudahan bisa sesuai targetlah,” ucap Made, Senin (2/11/2026).

Kendati demikian, Made menilai progres pembangunan harus diakselerasikan kembali. Sebab, tenggat waktu yang tersisa tinggal sekitar satu bulan lagi, sehingga percepatan pada sektor infrastruktur dasar dan lanskap vegetasi harus segera dikebut.

​”Saya kira (progres pembangunan) harus diakselerasi ya. Karena saya melihat kurang sesuai dengan ekspektasi. Karena Desember kan tinggal satu bulan lebih lah,” ujarnya.

Menurutnya, fokus utama percepatan pembangunan yang harus dilakukan yakni pembenahan saluran drainase di dalam kawasan RTH. Selain itu, penataan vegetasi di lokasi tersebut juga masih perlu dioptimalkan agar tampak lebih rimbun dan tertata rapi.

​”Kemarin kan masih belum kelihatan, baru tanaman sikas sama tanaman yang panjang-panjang atau pohon besar-besar. Itupun hanya beberapa aja,” katanya.

Made tak menampik, proses penanaman pohon di lokasi RTH sempat menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Akibatnya, sejumlah vegetasi harus beradaptasi terlebih dahulu sebelum tertanam dengan baik. Bahkan ada beberapa pohon yang hanya tinggal perdu-perdunya padahal belum ditanam.

Lebih lanjut, Made memaparkan, RTH itu dirancang untuk menyediakan ruang rekreasi yang asri sekaligus menjadi paru-paru kota, guna memberikan ruang bernapas bagi Kota Yogyakarta. Nantinya, RTH akan dilengkapi dengan jalur trek khusus olahraga jogging untuk masyarakat Jogja.

​”Secara konsep, RTH itu menyediakan ruang yang ada tanamannya dan jogging track-nya. Walaupun sebenarnya untuk lari-lari kecil atau dinikmati saja, jadi tidak kemudian untuk kongko-kongko (nongkrong). Tujuannya tetap untuk memberi napaslah bagi Kota Jogja,” papar Made.

Adapun jenis vegetasi yang dipilih tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias atau perdu yang indah dipandang. Akan tetapi juga diproyeksikan memiliki kemampuan ekologis tinggi dalam mereduksi polusi udara.

“Tanaman-tanamannya ada yang punya unsur seperti pohon kepel. Ada juga tanaman yang memang bisa menyerap karbon dioksida atau CO2 dengan baik. Kemudian tanaman hias dan perdu yang indah dilihat serta sudah dirawat,” terang dia.

Meski RTH tersebut belum selesai dibangun, namun Made mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kelestarian fasilitas publik itu. Secara khusus, ia mengimbau masyarakat untuk tidak membawa makanan atau minuman ke area jogging trek ketika ruang publik tersebut resmi beroperasi.

Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan bahwa RTH tersebut harus bebas dari pedagang kaki lima (PKL) dan parkir ilegal. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *