Warga Sangurejo Konsisten Jaga Lingkungan

Sleman31 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memuji warga Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman yang konsisten dan peduli terhadap lingkungan yang telah dibangun sejak lama. Sejak tahun 2022, Padukuhan Sangurejo telah meraih tidak kurang dari 20 penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan, pada tahun 2025, padukuhan ini dipercaya menjadi lokasi pembelajaran aksi iklim berskala internasional bagi Asian Youth Academy, ECOSOC PBB, hingga Universiti Putra Malaysia.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Sangurejo. Padukuhan ini telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, pelestarian budaya, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,” ujar Danang ketika menyambut tim penilai Program Kampung Iklim (PROKLIM) di Pendopo Embung Kaliaji, Kamis (20/8/2026).

banner 336x280

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi terhadap upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Danang menyampaikan, kehadiran tim verifikator dari Kementerian Lingkungan Hidup RI menjadi suatu kehormatan sekaligus memberikan suntikan semangat bagi masyarakat padukuhan Sangurejo. Menurut dia, masyarakat Sangurejo secara konsisten dan bergotong-royong telah mengembangkan berbagai aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

Lebih lanjut, Danang menyampaikan bahwa keberhasilan PROKLIM di Padukuhan Sangurejo sejalan dengan filosofi Jawa hamemayu hayuning bawana, yang mengandung makna kewajiban untuk menjaga, memperindah, dan menyejahterakan bumi. Melalui pengelolaan sampah dari sumbernya, konservasi mata air, pemanfaatan energi ramah lingkungan, serta ketahanan pangan keluarga, masyarakat Sangurejo telah membangun ketahanan secara mandiri terhadap risiko perubahan iklim.

“Pemkab Sleman memandang verifikasi ini bukan sekadar penilaian untuk meraih penghargaan, melainkan momentum untuk membangkitkan kepedulian kolektif. Saya harap, capaian ini menjadi contoh dan inspirasi bagi padukuhan-padukuhan lain di Sleman agar gerakan PROKLIM terus meluas demi investasi jangka panjang generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan tim verifikator PROKLIM dari Kementerian Lingkungan Hidup RI mengapresiasi rekam jejak Padukuhan Sangurejo yang tidak hanya berfokus pada pengembangan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di wilayahnya sendiri, tetapi juga aktif melakukan pembinaan di wilayah lain. Tercatat, Sangurejo telah membina 12 lokasi PROKLIM di sekitarnya. Dua di antaranya, yakni Padukuhan Kuwang dan Padukuhan Gondangan, telah berhasil meraih tropi PROKLIM Utama.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa esensi dari PROKLIM kategori Lestari terletak pada fungsi pembinaan (replikasi) dan perubahan perilaku (behavioral change) di tingkat tapak. Ia berharap Kabupaten Sleman terus mendorong perluasan PROKLIM secara kawasan, tidak hanya pada tingkat padukuhan, tetapi juga meluas hingga tingkat Kalurahan dan Kapanewon guna mengantisipasi dampak perubahan iklim secara lebih luas dan berkelanjutan. (Wisnu Wardhana)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *