Upacara Hari Santri 2026 Diisi Salat Istisqa Bermunajat Minta Hujan

Sleman4 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN,JANASVARA.COM – Upacara Peringatan Hari Santri 2026 di Lapangan Pemda Sleman pada Kamis (22/10/2026) diawali dengan salat istisqa berjamaah untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau. Acara ini diikuti oleh 1.240 santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat tersebut adalah KH. Mas’ud Masduki, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam khotbahnya, KH. Mas’ud Masduki mengajak seluruh jemaah dan santri yang hadir untuk tulus bertaubat dan memperbanyak istigfar.

banner 336x280

Ia mengatakan, kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, serta permohonan ampun yang tulus kepada Allah SWT menjadi kunci dibukanya pintu berkah dari langit, termasuk diturunkannya hujan yang membawa berkah bagi bumi dan masyarakat. Seusai salat istisqa, acara dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Abu Bakar, hadir bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Abu Bakar membacakan amanat tertulis dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Dalam amanat yang dibacakan, Bupati Sleman menyampaikan bahwa Hari Santri tahun ini mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. Tema tersebut menegaskan peran strategis santri yang tidak hanya bertindak sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam, melainkan juga sebagai generasi penerus yang menentukan masa depan bangsa.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga akhlak, serta adaptif terhadap perubahan zaman dengan memegang prinsip man jadda wa jadda. Selain itu, santri diingatkan untuk memegang teguh falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi agar selalu ingat asal-usul, menghormati kiai dan guru, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman bangsa demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Selepas upacara, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis untuk Program Santripreneur dari BAZNAS Sleman kepada 33 pondok pesantren. Tahun ini menandai tahun ketiga berturut-turut bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dalam menyalurkan bantuan modal usaha melalui program strategis tersebut. Keberlanjutan program ini merupakan wujud komitmen nyata BAZNAS Sleman dalam mendorong kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.

Melalui stimulus ini, diharapkan jiwa kewirausahaan para santri dapat terus tumbuh subur, keterampilan usaha mereka meningkat, dan potensi ekonomi pesantren semakin kuat. Dengan demikian, para santri tidak hanya unggul dan berdaya dalam ilmu agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu mengelola berbagai usaha yang produktif untuk masyarakat luas. (Wisnu Wardhana)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *