Tingkatkan Produktivitas, Jarak Tanam Dipangkas

Sleman58 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebagai salah satu strategi menjaga ketahanan pangan di tengah terus berkurangnya luas lahan sawah.

Sekretaris DP3 Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan, penambahan luas lahan sawah di Sleman menjadi hal yang sulit dilakukan. Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi pilihan yang memungkinkan untuk menjaga produksi pangan.

banner 336x280

“Kami tidak memungkiri karena data memang berbicara seperti itu. Kami tidak bisa mengejar untuk menambah luas sawah di Sleman, tidak mungkin,” kata Rofiq.

Menurutnya, peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan mendorong petani mengadopsi varietas tanaman yang lebih tahan terhadap hama maupun kekeringan. Salah satunya melalui penggunaan varietas Inpari 42.

Selain pemilihan varietas, DP3 Sleman juga mendorong peningkatan jumlah populasi tanaman dalam satu hektare. Rofiq menyebut rata-rata populasi yang sebelumnya berada di kisaran 15 ribu hingga 17 ribu tanaman per hektare dapat ditingkatkan menjadi sekitar 25 ribu hingga 26 ribu tanaman.

Upaya tersebut juga dilakukan melalui penerapan pertanian modern atau Modern Agriculture Advance System (PMAAS). Rofiq menyebut penerapan sistem tersebut telah dikembangkan di wilayah Seyegan.

“Luar biasanya dengan Bapak Bupati, di wilayah Seyegan ternyata secara kearifan lokal sudah melakukan semi PMAAS. Artinya kearifan lokal bertemu dengan inovasi,” ujarnya.

Rofiq mengatakan, penerapan semi PMAAS di Seyegan telah dilaporkan kepada Kementerian Pertanian. Saat ini, terdapat sekitar 100 hektare lahan yang telah mengadopsi konsep tersebut.

Ke depan, pihaknya berharap penerapan sistem pertanian tersebut dapat direplikasi di wilayah lain. Dengan demikian, ketika luas lahan pertanian mengalami penurunan, produktivitas per hektare tetap dapat ditingkatkan.

“Harapan kami kita replikasi. Kalau nanti luas lahan grafiknya mendatar, grafik turun, kita genjot produktivitas kita supaya grafik naik,” jelasnya.

Rofiq menyebut produksi pertanian pangan, khususnya padi, di Sleman saat ini masih berada di kisaran 200 ribu ton setara beras per tahun. Sleman juga masih mengalami surplus sekitar 60 ribu hingga 70 ribu ton setara beras per tahun.

Untuk produktivitas, Rofiq menyebut pada 2025 rata-rata produksi berada di kisaran 6,5 ton per hektare. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang akan terus didorong untuk menjaga ketahanan pangan di Sleman.

“Kita akan mendorong, kata kuncinya ketahanan pangan, produktivitas per hektare,” pungkasnya. (Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *