SLEMAN, JANASVARA.COM – Wakil Ketua Komisi D Surana minta agar Unit Pelayanan Teknis (UPT) milik daerah dievaluasi. Sebab banyak UPT yang masih merugi.
Hal itu diungkapkan Surana pada Janasvara, Jumat (2/10/2026) menanggapi tentang upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Sleman. “Tidak harus untung. Tapi jangan sampai rugi karena itu akan membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah,” katanya.
Surana minta agar UPT dan badan yang merugi dievaluasi. Paling tidak bisa dilihat dari sektor tenaga kerja.
“Efisiensi bisa mulai dari pengeluaran. Misal jumlah tenaga kerja, gaji hingga tukin. Kalau rugi harusnya tidak mendapat tukin,” kata anggota Partai Nasdem ini.
Surana menyebut rumah sakit daerah dan rusunawa yang masih merugi. “Kos-kosan dan rumah sakit yang dimiki masyarakat bisa untung. Tetapi yang dimiliki pemerintah malah rugi,” ujarnya.
Surana yakin, kalau UPTD tersebut tidak rugi dan pemerintah daerah bisa menggali dan memaksimalkan pendapatan maka PAD Sleman bisa tembus Rp2 triliun dari saat ini sekitar Rp1,7 triliun.
Pendapatan ini bisa dari pajak, sektor pariwisata, reklame, parkir, dan lainnya. Untuk parkir, Surana meminta hati-hati karena berkaitan dengan orang banyak. Tetapi memang harus dibuat sistem yang baik dan digitalisasi parkir.
Untuk pariwisata, Sleman harus mulai menyisir homestay yang saat ini banyak bermunculan di Sleman. Homestay ini menjadi salah satu potensi meningkatkan PAD. (Wisnu Wardhana)










