Surana: Dari Anak Penebang Tebu hingga Ketua DPC NasDem Sleman

Profil Surana (Wakil Ketua Komisi B DPRD Sleman)

banner 468x60

SLEMAN — Kisah hidup Surana adalah potret nyata tentang ketekunan, kerja keras, dan keteguhan menghadapi keterbatasan. Berangkat dari kehidupan yang serba kekurangan, ia kini dipercaya memimpin partai sekaligus menjadi wakil rakyat hingga lima periode.

Latar Belakang: Tumbuh dari Keterbatasan

banner 336x280

Surana lahir di Sleman pada tahun 1970 dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai penebang tebu sekaligus buruh tani serabutan. Dengan jumlah saudara yang banyak, kehidupan sehari-hari penuh perjuangan. Untuk makan pun tidak selalu mudah, bahkan hinaan kerap ia terima sejak kecil. “Saya memulai karier dari minus. Untuk hidup standar saja sangat susah saat itu,” ungkap Surana. Sejak kecil, ia sudah terbiasa bekerja keras membantu keluarga demi bertahan hidup.

Pendidikan: Jalan Keluar dari Kemiskinan

Di tengah keterbatasan, Surana tidak menyerah pada keadaan. Ia terus berjuang hingga akhirnya mampu melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah—sebuah pencapaian besar bagi dirinya saat itu.

Perjalanan Usaha: Jatuh Bangun dari Nol

Usai kuliah, Surana mulai merintis berbagai usaha. Ia tidak terpaku pada satu bidang, melainkan mencoba berbagai peluang:

  • Beternak ayam potong
  • Usaha ayam petelur
  • Bisnis komputer
  • Jaringan telepon wartel
  • Hingga berkembang ke sektor kontraktor

Namun perjalanan itu tidak selalu mulus. Salah satu ujian terberat terjadi saat usaha peternakan ayamnya mengalami kerugian besar.

Pernah ribuan ayam saya mati mendadak.

Saya menangis, karena usaha hilang seketika,” kenangnya.

Meski terpukul, ia memilih bangkit dan memulai kembali dari awal.

Karier Politik: Dari Kegagalan hingga Dipercaya Rakyat

Perjalanan politik Surana juga tidak instan. Sebelum bergabung dengan Partai NasDem, ia pernah berada di Partai Karya Peduli Bangsa dan menjadi satu-satunya kader di Sleman saat itu.

Ia juga pernah gagal dalam pencalonan awalnya. “Pernah nyalon, tapi tidak jadi,” ujarnya singkat.

Namun kegagalan itu tidak menghentikan langkahnya. Kini, Surana dipercaya menjadi wakil rakyat hingga lima periode dan menjabat sebagai Ketua DPC NasDem Sleman.

Kepribadian: Rendah Hati dan Dekat dengan Rakyat

Meski telah mencapai posisi penting, Surana tetap dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan mudah bergaul. Ia tidak membeda-bedakan orang berdasarkan jabatan atau latar belakang.

Baginya, pengalaman hidup dari bawah menjadi bekal utama dalam memahami kebutuhan masyarakat.

Kehidupan Pribadi

Surana juga dikenal sebagai sosok keluarga. Ia memiliki dua anak, dan salah satunya telah menikah dengan pasangan dari Eropa. Selain itu, ia juga fasih berbahasa Inggris.

Pesan Hidup

Bagi Surana, jabatan bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan pentingnya memberi manfaat bagi sesama.

Menjadi wakil rakyat itu tidak selamanya. Tapi membantu orang, itu wajib jika kita mampu,” tegasnya.

Kepada generasi muda, ia berpesan:

  • Ambil setiap kesempatan sekecil apa pun
  • Jangan takut memulai
  • Terus bekerja keras

Yang bisa mengubah nasib kita adalah diri kita sendiri,” pungkasnya.

Kisah Surana adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berhasil. Dari ladang tebu hingga panggung politik, ia menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan ketulusan dapat membawa seseorang melampaui batas yang pernah ia bayangkan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *