Srawung EKRAF DIY Bukan Sekadar Ruang Kolaborasi

Pelantikan Anggota Gekrafs

Uncategorized3 Dilihat

 

Yogyakarta – Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi mewarnai kegiatan Srawung EKRAF DIY yang mempertemukan para pengurus, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, hingga berbagai mitra untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua GEKRAF DPW DIY, Sarah Azzahra, mengatakan bahwa Srawung EKRAF tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kerja sama yang nyata antar anggota dan berbagai pemangku kepentingan.

“GEKRAF hadir bukan hanya sebagai wadah kolaborasi, tetapi juga sebagai ruang untuk bekerja sama, saling menguatkan, dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin maju, yang hadir kali ini meruapakan anggota baru Gekrafs DIY periode 2026-2029,” ujarnya.

Menurut Sarah, kemajuan ekonomi kreatif tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan semangat gotong royong, keterbukaan, serta komitmen untuk saling memberikan manfaat sehingga setiap anggota dapat berkembang bersama.

Ia juga menegaskan bahwa menjadi pengurus GEKRAF merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan dunia ekonomi kreatif. Karena itu, seluruh pengurus diharapkan mampu bekerja dengan semangat melayani, membangun jejaring, serta menghadirkan program-program yang berdampak bagi para pelaku kreatif.

“Pengurus GEKRAF adalah pelayan bagi ekosistem kreatif. Pengabdian ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, komunitas, maupun pelaku usaha kreatif,” katanya.

Sarah berharap GEKRAF DIY ke depan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan berbagai komunitas dalam mendorong lahirnya inovasi, membuka peluang usaha, serta memperkuat daya saing ekonomi kreatif Yogyakarta.

Melalui kegiatan Srawung GEKRAF, semangat kebersamaan dan kolaborasi diharapkan terus tumbuh sehingga mampu melahirkan berbagai program yang bermanfaat, memperkuat jaringan antarpelaku ekonomi kreatif, serta menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan yang diundang sebagai narasumber kegiatan tersebut berharap Gekrafs DIY terus memperkuat jejaring dan sinergi dengan berbagai sektor karena mengingat di Kota Yogyakarta tidak banyak memiliki lahan pertanian sehingga bertumpu pada industri kreatif. “Saya yakin ke depan dengan anggota dan pengurus baru ke depan kita akan selalu berkolaborasi bersama sesuai jargon Srawung Ekraf yaitu Dolan-Dodolan-Dolanan,” pungkasnya.