Jembatan Kewek Ditargetkan Fungsional saat Libur Natal 2026

Uncategorized17 Dilihat

JOGJA, JANASVARA>COM – Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, bersama Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, meninjau pembangunan Jembatan Kewek di KotaJogja, pada Selasa (11/8/2026) sore. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan progres pembangunan Jembatan Kewek berjalan sesuai target, sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan proyek salah satu infrastruktur penyangga kawasan Malioboro.

Danang Wicaksana mengatakan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi V DPR RI terhadap pelaksanaan program mitra kerjanya yakni Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).  Menurutnya, pembangunan kembali Jembatan Kewek merupakan hasil diskusi antara DPRD DIY dan Pemda DIY.

“Bahwa Jembatan Kewek itu perlu diperbarui. Jadi tidak dihilangkan seperti yang viral-viral kemarin, diperbarui dengan desian mengikuti yang lama dan sudah mendapat persetujuan Ngarsa Dalem (Sri Sultan HB X). Artinya, tidak menghilangkan sisi tradisional dan historinya,” ucapnya, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Danang menyebut progres pembangunan kembali Jembatan Kewek sudah berjalan sesuai rencana dan diharapkan bisa selesai pada akhir 2026. Progres pembangunan kini telah berjalan 17%  dan jembatan lama telah dibongkar atau dirobohkan.

Danang berharap, seluruh pekerjaan bisa dilakukan sesuai kondisi lapangan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pembangunan jembatan baru tetap dapat merepresentasikan karakter Jembatan Kewek yang memiliki nilai historis tinggi bagi Kota Jogja.

Danang menambahkan, rekonstruksi Jembatan Kewek juga melibatkan bidang Bina Marga Sumber Daya Air melalui BBWS Serayu Opak yang memiliki kewenangan terhadap Sungai Code di bawah jembatan. Dikatakan, alur Sungai Code juga dibenahi dan disesuaikan sesuai kebutuhan selama proses pembangunan.

Kepala Satker PJN Wilayah DIY, Tisara Sita, memaparkan bahwa pekerjaan pondasi Jembatan Kewek sudah selesai. Kini pihaknya sedang melakukan pengerjaan struktur lanjutan. Pembangunan kembali Jembatan Kewek itu diprediksi bisa segera selesai, sehingga pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dapat difungsikan.

“Untuk pekerjaan pondasi sudah selesai. Kemudian sudah ada second pile dan saat ini kami mempersiapkan rencana erection girder yang ditargetkan pada akhir September 2026. Harapan kami pada akhir tahun, saat Nataru, jembatan sudah bisa fungsional,” ujar Tisa.

Dia mengakui sempat menemui beberapa kendala teknis selama proses pembangunan. Di antaranya kondisi tanah yang mengalami ambles pada salah satu bagian pekerjaan. Namun, kondisi tersebut telah ditangani dan dinyatakan aman secara teknis.

Seperti diketahui, rekontruksi Jembatan Kewek tersebut menggunakan dana APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp19 miliar dan masa pengerjaan 240 hari kalender. Berdasarkan kontrak, target penyelesaian atau Provisional Hand Over (PHO) ditetapkan pada 25 Desember 2026.

Secara teknis, Jembatan Kewek yang baru akan menggunakan struktur balok girder yang lebih kokoh. Berdasarkan Detailed Engineering Design (DED) dari Pemerintah Kota Jogja, jembatan memiliki panjang 30 meter dan lebar total 16 meter.

Lebar tersebut terdiri atas badan jalan beraspal sekitar 11 meter serta trotoar di kedua sisi masing-masing selebar 2,5 meter. Pekerjaan pembangunan diawali dengan pembongkaran struktur jembatan lama sebelum dilanjutkan dengan pembangunan fondasi dan struktur jembatan baru.

Selain pembangunan jembatan utama, paket pekerjaan juga mencakup penataan oprit atau jalan pendekat menuju jembatan agar lebih landai dan aman, serta pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) pada tebing sungai untuk mencegah erosi sekaligus menjaga stabilitas struktur.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menuturkan, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konektivitas transportasi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Malioboro. Mengingat, Jembatan Kewek berada di lokasi sangat strategis karena menjadi salah satu jalur penyangga kawasan filosofis Malioboro.

“Kita tahu Jembatan Kewek ini adalah jalur penyangga kawasan filosofis Malioboro. Oleh karena itu, kami berharap pembangunan ini segera selesai pada Nataru, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan baik dan menopang perekonomian di kawasan Malioboro,” tandasnya. (Dewi Rukmini)