JOGJA, JANASVARA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tengah bersiap menghadirkan berbagai kegiatan menarik untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Jogja. Mengingat adanya keterbatasan anggaran, Pemkot Jogja pun mengusung konsep kolaborasi lintas sektor guna menyukseskan gelaran tersebut pada tahun ini.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, mengatakan pihaknya telah merangkul berbagai pihak mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) beserta organisasi di bawah naungannya, untuk memeriahkan peringatan HUT ke-270 Kota Jogja.
”Kami mengajak para stakeholder ikut berpartisipasi. Alhamdulillah, tanggapannya tadi dalam rapat sangat positif. Dengan anggaran yang terbatas saat ini, kami mengajak kolaborasi instansi pemerintahan, BUMN, maupun Kadin untuk membantu menyongsong HUT Kota Jogja,” ujar Wawan usai rapat konsolidasi di Balaikota Jogja, Kamis (13/8/2026).
Dia memaparkan, sepanjang Oktober 2026 nanti Kota Jogja akan dipadati berbagai event berskala besar maupun gelaran pameran. Sejumlah event yang sudah terjadwal meliputi membatik bersama 1001 pembatik yang digelar Kadin di Malioboro pada 3 Oktober 2026, BPD DIY Malioboro Run, hingga gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada 7 Oktober 2026. Selain itu, berbagai diskon khusus dan kejutan menarik bagi masyarakat serta wisatawan juga disiapkan selama satu bulan penuh.
Wawan menambahkan, promosi HUT ke-270 Kota Jogja juga bakal mendapat dukungan penuh dari PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dikatakan, bentuk kampanye visual akan hadir secara langsung menjangkau para pengguna moda transportasi kereta api.
”Support dari KAI sangat luar biasa. Kami akan promosikan Kota Jogja di dalam gerbong kereta, dan insya Allah gerbongnya juga akan dihias dengan logo HUT Kota Jogja,” tambahnya.
Terkait target kunjungan wisatawan, Wawan mengaku Pemkot Jogja masih terus melakukan pemetaan komprehensif bersama para mitra kerja mulai 1-31 Oktober 2026. Pihaknya berharap rangkaian kegiatan HUT ke-270 Kota Jogja bisa membawa dampak positif langsung bagi warga Bumi Mataram.
”Kami tidak ingin muluk-muluk (terkait target pengunjung), tapi yang penting konkret dan bermanfaat untuk masyarakat. Harapannya, rangkaian kegiatan selama Oktober ini bisa membangkitkan dan menjadi stimulus bagi perekonomian Kota Yogyakarta,” tuturnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, peringatan HUT ke-270 Kota Jogja kali ini mengangkat tema dan tagline Otentik Konkret (OK). Tema tagline tersebut telah dilaunching bersamaan peluncuran logo HUT ke-270 Kota Jogja di depan Pasar Beringharjo pada pekan lalu.
”Makna Otentik Konkret itu adalah hal-hal yang sangat bernilai sejarah dan punya filosofi tinggi yang ada di Kota Yogyakarta, kemudian kami transformasikan menjadi bonus kesejahteraan yang konkret bagi warga. Banyak hal otentik di Jogja yang perlu kita hidupkan dan bangkitkan kembali,” jelas Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Hasto menambahkan, perayaan tahun ini berfokus pada pengembangan karya-karya kebudayaan tak benda (intangible) yang potensial memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat luas.
“Kami ingin ada hal baru yang menimbulkan rezeki baru, bukan untuk kami pejabatnya, melainkan rezeki bagi masyarakat dan para pelaku seni,” jelasnya.
Salah satu langkah nyata penerjemahan konsep Otentik Konkret tersebut adalah menggerakkan kembali produksi batik cap lokal melalui motif khas Segoro Amarto. Hasto mendorong penggunaan seragam batik buatan pengrajin lokal untuk puluhan ribu siswa sekolah di Kota Jogja, agar perputaran ekonomi berada di daerah sendiri.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga terbuka terhadap berbagai masukan evaluatif demi meningkatkan kualitas event utama WJNC.
”Kritik dan saran dari para ahli kami dengar dengan legowo. Evaluasi seperti penyampaian alur cerita WJNC agar lebih dipahami penonton, serta peningkatan performa para penari secara menyeluruh, menjadi modal penting bagi kami untuk menyuguhkan karya yang jauh lebih agung dan berkualitas ke depan,” tandas Hasto. (Dewi Rukmini)
