Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan WJNC 2026 di Kawasan Malioboro Jogja

Kota Jogja23 Dilihat

JOGJA, JANASVARA.COM – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Jogja berlangsung semarak melalui gelaran tahunan Wayang Jogja Night Carnaval (WJNC) 2026 pada Rabu (7/10/2026) malam. Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah memadati sepanjang kawasan Jalan Malioboro hingga area Titik Nol Kilometer.

Ratusan peserta dari 14 kemantren se-Kota Jogja unjuk kreativitas dalam penampilan street art bertajuk Gana Kalajaya. Tak hanya menyuguhkan kostum menawan, mereka juga menampilkan koreografi apik dalam gelaran pawai budaya tersebut. Selain parade dari kemantren lokal, gelaran WJNC tahun ini juga dimeriahkan kehadiran kontingen dari berbagai daerah di Indonesia melalui Pawai Nuswantoro.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Muhammad Zandaru mengatakan, keterlibatan kontingen luar daerah merupakan bentuk sinergi antar pemerintah daerah untuk saling mempromosikan potensi seni dan budaya. “WJNC tahun ini diikuti oleh kontingen dari luar daerah, di antaranya dari Kabupaten Bantul, Kota Madiun, DKI Jakarta, Kota Mojokerto, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Semarang. Gelaran Nuswantoro ini menjadi bagian dari sinergi antar pemerintah daerah di Indonesia untuk mempromosikan budayanya masing-masing sebagai daya tarik pariwisata,” ujar Ndaru, Rabu (7/10/2026) malam.

Ia menambahkan, predikat Kota Jogja sebagai City of Festival telah menjadi magnet tersendiri bagi daerah lain untuk ikut serta menampilkan karya terbaiknya.”Jogja sebagai kota festival menjadi daya tarik tersendiri bagi kontingen luar daerah untuk tampil di kota tercinta ini. Tentu ini menjadi perayaan bersama masyarakat Jogja, mari kita dukung otentik konkretnya pembangunan kota di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota Jogja,” jelasnya.

Antusiasme penonton pun terlihat dari hadirnya wisatawan dari berbagai daerah termasuk luar Pulau Jawa. Oza (24), wisatawan asal Natuna, Kepulauan Riau, mengaku sengaja meluangkan waktu menyaksikan langsung WJNC 2026 setelah mengetahui informasinya dari media sosial resmi Dinas Pariwisata Kota Jogja.

“Saya ada pelatihan di Jogja dan sengaja datang menonton mumpung ada event ini. Tahu infonya dari Instagram dan TikTok Dinas Pariwisata. Tanggapan saya festival ini sangat seru, penampilannya memukau dari berbagai kemantren dan daerah luar seperti Mojokerto,” ungkap Oza.

Mengenai lokasi acara yang berpusat di kawasan Titik Nol Kilometer, Oza mengapresiasi kapasitas area yang lebih luas untuk menampung puluhan ribu pengunjung, meskipun memberikan nuansa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Titik Nol Kilometer ini tempatnya jauh lebih luas. Mungkin Dinas Pariwisata Kota Jogja ingin menonjolkan Titik Nol sebagai ikon penting Jogja selain Tugu. Harapan saya Kota Jogja semakin maju, aman, damai, dan tenteram. Banyaknya pendatang tentu akan mendongkrak pariwisata dan ekonomi daerah,” tuturnya. (Dewi Rukmini)