Kebakaran Toko Hamzah Batik Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kota Jogja21 Dilihat

JOGJA, JANASVARA.COM – Toko Hamzah Batik di kawasan Malioboro, Jalan Margo Mulyo, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja, dilalap Si Jago Merah pada Senin (28/9/2026) dini hari. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun area lantai tiga dan empat bangunan dilaporkan ludes terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja, Taokhid, menyampaikan dugaan sementara insiden kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik. Kendati demikian, penyebab pasti peristiwa itu kini sedang didalami oleh aparat yang berwenang.

“Kalau dugaan sementara, berdasarkan keterangan pihak internal itu karena listrik. Tapi itu masih dugaan, untuk kepastian (hukum dan penyebabnya) tentu bukan kewenangan kami dan saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian,” ucap Taokhid saat dihubungi, Senin (28/9/2026).

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada tengah malam. Pihaknya menerima laporan darurat terkait amukan Si Jago Merah pada pukul 01.33 WIB setelah upaya penanganan mandiri oleh petugas keamanan toko tidak membuahkan hasil.

​”Berdasarkan informasi di lapangan, petugas keamanan di sana melihat ada percikan api yang sudah agak membesar di seputaran dapur lantai tiga. Sempat dilakukan penanganan internal, tetapi karena tidak mampu mengatasi, baru dilaporkan ke kami,” terangnya.

Akibat insiden tersebut, kerusakan terparah terjadi pada bagian atas gedung. Taokhid merinci, lantai tiga bangunan yang difungsikan sebagai area restoran mengalami kerusakan hingga 85 persen. Sementara lantai empat yang merupakan struktur tambahan bangunan, hangus terbakar sepenuhnya.

Guna menjinakkan kobaran api yang membakar lantai atas gedung di kawasan padat pertokoan tersebut, Damkarmat Kota Jogja menerjunkan 7 armada pemadam dan mendapat dukungan penuh dari tim gabungan lintas instansi, mulai dari Damkar Bantul, Sleman, UGM, hingga unsur Kodim, Polres, dan instansi terkait lainnya.

​”Secara prinsip tidak ada kendala berarti saat proses pemadaman. Hanya saja, kebutuhan pasokan air yang cukup banyak membuat petugas harus bolak-balik mengambil air. Total air yang digunakan untuk pemadaman dan pendinginan mencapai sekitar 50.000 liter atau 50 meter kubik,” jelas Taokhid.

Dia menyebut, ​seluruh proses penanganan kebakaran, termasuk pendinginan area guna memastikan tidak ada sisa titik api selesai sekitar pukul 05.30 WIB.

Lebih lanjut, Taokhid mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemilik usaha untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang. Mengingat kondisi saat ini musim kemarau masih berlangsung di Kota Jogja.

​Dia menegaskan bahwa Wali Kota Jogja juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) resmi terkait langkah antisipasi dan kewaspadaan kebakaran.

​”Himbauan sudah kami sampaikan, termasuk Surat Edaran Pak Wali Kota ke masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik, penggunaan kompor, serta menghindari aktivitas membakar sampah sembarangan,” imbaunya.

​Pihaknya juga terus memasifkan langkah pencegahan melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, penyuluhan langsung, hingga kanal media sosial resmi Damkarmat Kota Jogja agar musibah serupa tidak terulang kembali. (Dewi Rukmini)