Pemkab Sleman Kikis Kemiskinan Ekstrem Lewat Tiga Pilar Utama

Sleman30 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM —Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan DPRD Sleman membagi strategi pemenuhan kebutuhan dasar menjadi tiga pilar utama untuk mengikis kemiskinan ekstrem. Tiga pilar tersebut adalaha mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp8 miliar untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), menyinergikan bantuan pemerintah pusat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta mendukung ketersediaan jaminan kesehatan berkelanjutan dan pembangunan infrastruktur rumah sakit yang memadai.

“Bantuan pemerintah kan sifatnya stimulan untuk menstimulasi kemandirian warga. Mari masyarakat Sleman bersama-sama pemerintah hadir aktif meningkatkan ekonomi keluarga agar semakin sejahtera,” kata Ketua Komisi C DPRD Sleman, Bambang Sigit Sulaksono, dalam acara Talkshow Sleman Bertumbuh dengan tema “Jaminan Kesehatan Berkelanjutan: Mengawal Masa Depan SDM Sleman di Tengah Dinamika Desil” di Boetani Resto an Garden, Kabupaten Sleman, pada Kamis (17/9/2026).

banner 336x280

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa penguatan sektor kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sleman. Masalah kesehatan yang tidak tertangani dengan baik sering kali menjadi pemicu munculnya kemiskinan baru maupun memperberat beban warga miskin ekstrem.

Untuk rumah sakit, kata Bambang, DPRD Sleman dan Pemkab Sleman sudah sepakat mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp156 miliar untuk pembangunan rumah sakit baru. Langkah itu diambil guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab dan DPRD Sleman dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Bambang mengungkapkan, persetujuan anggaran senilai Rp156 miliar tersebut merupakan komitmen nyata legislatif dalam memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan yang mumpuni bagi seluruh warga Sleman, khususnya kelompok masyarakat rentan dan kurang mampu.

“Kemarin rapat di komisi, saya ketuanya. Kami barusan meng-ACC (menyetujui) pembangunan rumah sakit sebesar Rp156 miliar. Harapan kami rumah sakitnya bagus, fasilitasnya bagus, SDM-nya mumpuni, serta tenaga kesehatannya ramah dalam melayani masyarakat,” ujar Bambang, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan medis. Akan tetapi, juga ditengukan oleh sikap serta keramahan para tenaga kesehatan di lapangan. Lantaran, pelayanan yang humanis sangat berpengaruh terhadap psikologis dan proses kesembuhan pasien.(Dewi Rukmini)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *