Pelajar Harus Mengenal dan Melestarikan Budaya

Kota Jogja7 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM –
Wakil Walikota Jogja Wawan Hermawan menyoroti pentingnya pendidikan kebudayaan bagi generasi muda. Wawan mendorong pelajar untuk mengenal dan melestarikan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Menurut Wawan, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), juga perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir mandiri, interaksi sosial, serta pemahaman terhadap nilai-nilai budaya.

banner 336x280

“Jadi nguri-uri kabudayan itu suatu keniscayaan. Saya tanya, akhirnya mereka jagoan karena ChatGPT, cari informasi keluar dalam satu menit sampai. Tapi kebersamaan, kebudayaan yang kental, gemah ripah loh jinawi, seperti Segoro Amarto kita terapkan secara konkret,” tutur Wawan saat menghadiri Sarasehan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP se-Kota Jogja di Ruang Bima, Balai Kota Jogja, Senin (26/10/2026).

Untuk itu, Wawan mengajak pelajar dari berbagai sekolah untuk memperbanyak kegiatan kolaboratif. Langkah ini dinilai penting untuk membangun persatuan sekaligus mencegah kenakalan remaja, termasuk rivalitas antarsekolah yang berpotensi berujung pada aksi klitih.

Menurut Wawan, salah satu tujuan kegiatan lintas sekolah adalah mengubah pola hubungan antarpelajar agar tidak terjebak dalam persaingan yang tidak sehat.

“(Mengurangi) rivalitas dan juga klitih, itu tujuan,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia menilai, generasi muda di Kota Jogja memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan melalui berbagai kegiatan positif. Potensi tersebut akan lebih optimal apabila pelajar diberi ruang untuk bekerja sama dengan siswa dari sekolah lain.

Wawan berharap kolaborasi dapat menjadi kebiasaan di kalangan pelajar sehingga tercipta rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan yang lebih luas.

“Bagaimana saya sampaikan dalam acara hari ini juga pelajar, pemuda membawa kegiatan untuk berkolaborasi,” katanya.

Ia menambahkan, semangat persatuan perlu ditanamkan melalui aktivitas nyata yang melibatkan pelajar secara bersama-sama.

“Kita akan menunjukkan kesatuan dan persatuan bersama kegiatan bersama. Jiwa korsanya untuk kota, untuk provinsi, dan Indonesia, itu yang kita pupuk terus,” ujarnya.

Salah satu bentuk kolaborasi yang diusulkan Wawan adalah perlombaan dengan peserta dari berbagai sekolah yang tergabung dalam satu tim. Misalnya, kompetisi arsitektur yang melibatkan siswa SMP berbeda untuk mengerjakan sebuah proyek bersama.

Melalui model kegiatan tersebut, pelajar diharapkan terbiasa menyatukan ide, membagi tugas, dan mencapai tujuan tanpa dibatasi asal sekolah.

“Misalkan kita lomba dalam arsitek, membangun gedung dibangun pelajar dari SMP-SMP lain, jadi satu tim. Itu dibentuk bukan diri sendiri, lintas sekolah, itu akan muncul kebersamaan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Agus Trimadi berharap anak muda dapat berkontribusi sebagai penggerak perubahan di tengah proses pembangunan daerah.

Ia menilai, keterlibatan generasi muda diperlukan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Pemuda-pemuda di Kota Jogja kami berharap ini menjadi agen perubahan. Di masa pembangunan ini tetap harus terselenggara dengan baik,” kata Agus.

Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Disdikpora Kota Jogja menggelar Expo Karya Pemuda Otentik Konkret 2026. Kegiatan tersebut mengusung kepeloporan dan kewirausahaan sebagai upaya mendorong peran serta kreativitas pemuda.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Jogja Hasyim menambahkan, expo tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antarpelajar.

Ia berharap kebiasaan berkolaborasi dapat membantu siswa menghadapi berbagai tantangan melalui pertukaran gagasan dan sinergi.

“Sehingga nantinya kalau sudah bersatu untuk mencapai tujuan, mencapai cita-cita, bisa berjalan dengan baik. Kolaborasi, sinergi, hal-hal sulit bisa dipecahkan,” pungkasnya.(Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *