Nama Udin akan Diabadikan Menjadi Nama Aula PWI DIY

Berita16 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Memperingati 30 tahun wafatnya Fuad Muhammad Syafruddin akan diselenggarakan berbagai kegiatan untuk mengenang wartawan Harian Bernas yang meninggal 30 tahun lalu.
Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional yang dibentuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY akan menggelar kegiatan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Jogja.

Ketua Tim Adhoc, Ki Bambang Widodo mengatakan, peringatan ini tidak sekadar menjadi ruang untuk mengenang sosok wartawan yang biasa dipanggil Udin. Momentum tersebut sekaligus menjadi langkah awal Tim Adhoc Udin menjalankan tugas untuk mengusulkan wartawan Bernas itu sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Selain itu, Udin juga merupakan anggota PWI, dengan No. 13.00.3794.92.M.VI.

banner 336x280

“Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah peresmian nama Aula PWI DIY menjadi Fuad Muhammad Syafruddin. Penamaan itu diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi penerus mengenai perjalanan dan perjuangan Udin sebagai wartawan. Peresmian nama aula akan dilakukan Ketua PWI DIY, Hudono,” jelas Ki Bambang, Rabu (12/8/2026).

Tidak berhenti di lingkungan PWI DIY, lanjut Ki Bambang, penghormatan terhadap Udin juga akan diwujudkan melalui pemasangan tetenger di makamnya yang berada di Trirenggo, Bantul.

Pemasangan tetenger tersebut menjadi bagian dari keputusan yang telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Adhoc Udin di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada 23 Juni 2026.

Dalam rapat tersebut, tim membahas sejumlah langkah sebagai bagian dari proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Dua di antaranya adalah mengusulkan pemberian nama Fuad Muhammad Syafruddin untuk Aula Gedung PWI DIY serta memasang tetenger di makam Udin.

Tim Adhoc Udin juga telah mengundang Dewan Penasehat, Dewan Pakar, pengurus dan anggota PWI DIY. Sejumlah pejabat serta organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dengan proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional juga diundang menghadiri kegiatan tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membawa nama Udin ke tingkat yang lebih luas. Dari Jogja, perjuangan tersebut diarahkan agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat mempertimbangkan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

Tiga puluh tahun setelah kepergiannya, ingatan terhadap Udin kembali dihidupkan. Bukan hanya melalui seremoni, tetapi melalui sebuah ikhtiar untuk menjaga namanya tetap hadir di tengah perjalanan pers Indonesia.

Bagi generasi hari ini, nama Udin kelak tidak hanya terpampang di sebuah aula atau tertulis pada tetenger di makam. Lebih dari itu, namanya diharapkan menjadi bagian dari ingatan sejarah tentang seorang wartawan dari Yogyakarta yang terus diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. (Wisnu/Wardhana)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *