Metode Pembelajaran Sekolah Pedalangan Dibuat Menyenangkan

Sleman30 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM-Metode pembelajaran Sekolah Pedalangan Anak Sembada atau disingkat Sepadan dirancang secara inklusif dan menyenangkan tanpa tekanan hafalan. Pendekatan pembelajaran bakal diawali storytelling dan pengenalan cerita karakter tokoh, baik dalam pementasan wayang kulit maupun wayang kancil (wayang hewan atau fable).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) telah meluncurkan Sepadan. Seluruh fasilitas peraga wayang hingga gamelan disediakan secara gratis di kantor Dinas Kebudayaan Sleman. “Sepadan itu sudah kami masukkan menjadi salah satu usulan inovasi daerah Kabupaten Sleman untuk 2027. Semoga bisa menciptakan regenerasi pelaku seni pedalangan serta membangun ekosistem kebudayaan berkelanjutan di Sleman,” kata Kepala Seksi Warisan Budaya Takbenda Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Andre Veriangga dalam bincang Sleman Bertumbuh di Tera View Sleman, pada Jumat (18/9/2026).

banner 336x280

Pada tahap awal, Disbud Sleman akan membuka beberapa kelas sebagai pilot project. Pendaftaran calon peserta program tersebut dilakukan melalui Google Form yang dibagikan via media sosial resmi Disbud Sleman.

Ketua Komisi C DPRD Sleman yang hadir dalam bincang-bincang tersebut mengatakan, selama ini alokasi penguatan seni budaya di Kabupaten Sleman sangat terbantu oleh keberadaan Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Meski demikian, ia memberikan catatan evaluasi agar Dinas Kebudayaan Sleman senantiasa mengedepankan prinsip pemerataan dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan kepada komunitas seni.

“Seni itu membangun karakter. Lewat Danais yang mengalir ke kabupaten, masyarakat dapat memanfaatkannya secara luas. Pesan kami untuk Dinas Kebudayaan, bantuan harus merata dan tepat sasaran agar tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan pelaku seni, mengingat jumlah komunitas seni di Sleman sangat banyak,” lanjut Bambang.

Selain dukungan anggaran pemerintah, Bambang juga menyoroti peran penting keluarga dalam mendukung minat anak-anak di bidang seni pedalangan. Keterlibatan dan apresiasi orang tua yang bersedia mengantarkan serta memfasilitasi anak menjadi kunci utama keberhasilan regenerasi kebudayaan di Sleman. (Dewi Rukmini)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *