Mahasiswa Magang Sleman Pintar Dilindungi BPJS

Sleman35 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Mahasiswa penerima beasiswa Sleman Pintar yang sedang magang dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai kemiskinan.

Perlindungan BPJS ini bisa dilakukan karena kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan dengan menggandeng Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Pemberiaan perlindungan ini dicanangkan Rabu, (26/8/2026) di Auditorium Kampus UTY.

banner 336x280

Bupati Sleman Harda Kiswaya yang hadir pada kesempatan itu menyerahkan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan mahasiswa magang Sleman Pintar. Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, yang juga selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman turut memaparkan Program Beasiswa Sleman Pintar sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.

Harda Kiswaya menyebut perlindungan pekerja menjadi salah satu penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Menurut dia, kesejahteraan tak hanya terkait besaran pendapatan namun juga menyangkut rasa aman, perlindungan, serta kemampuan seseorang untuk menjaga keberlangsungan kehidupan keluarganya ketika menghadapi risiko sosial dan ekonomi.

“Kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi bentuk nyata dari rasa tepo seliro dan kepedulian kita terhadap keberlangsungan kehidupan pekerja dan keluarganya,” ujar Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pihak yang telah menjadi mitra Pemkab Sleman dalam perluasan perlindungan jaminan sosial. “Kolaborasi, sinergi dan peran aktif semua pihak merupakan pondasi utama dalam mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari dan berkeadaban,” jelasnya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan DIY, Rudi Susanto menerangkan, kegiatan ini selaras dengan misi pihaknya, yaitu meningkatkan kesejahteraan pekerja. Dalam hal ini pekerja dalam semua jenis dan bentuk pekerjaan. Dengan adanya perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi selama bekerja, keberlangsungan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat lebih terjaga.

“Melalui program Sleman Pintar diharapkan anak-anak itu nantinya bisa mendapat pekerjaan di sektor formal dengan penghasilan yang layak. Oleh karena itu, selain perlu meraih nilai kuliah yang baik, mereka juga perlu memiliki pengalaman kerja dan memahami budaya industri,” kata Rudi.

Rudi berharap semakin banyak pelaku usaha di Kabupaten Sleman yang bersedia berkolaborasi mendukung pelaksanaan Program Sleman Pintar, khususnya dalam memberikan kesempatan magang kepada para mahasiswa penerima beasiswa. “Kehadiran mahasiswa magang tentunya bisa membantu proses produksi dan mungkin menjadi inovasi. Sebab selama magang mereka juga dipantau dan diarahkan oleh dosen pembimbing,” pungkasnya. (Wisnu Wardhana)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *