Korban Keracunan Usai Konsumsi MBG Jadi 45 Orang

Sleman40 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Korban keracunan makanan yang diduga karena mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) bertambah menjadi 45 orang.  Hingga Senin (7/9/2026) siang, sekitar 45 siswa telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Turi.

Panewu Anom Turi Mohammad Yunan mengatakan, sejumlah sekolah yang siswanya mengalami gejala tersebut antara lain SD Muhammadiyah Balerante 1, SD Muhammadiyah Balerante 2, dan SMPN 3 Turi. Sementara itu, TK Indriyasana disebut tidak jadi mengonsumsi makanan MBG. Selain itu, sejumlah siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Turi juga mendatangi Puskesmas Turi untuk mendapatkan penanganan. Sementara itu, 2 orang disebut dirawat di RSUD Sleman.

banner 336x280

Yunan menjelaskan, makanan MBG yang dibagikan kepada sekolah-sekolah tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto. Pihaknya telah melakukan pemantauan ke sejumlah sekolah yang menerima makanan dari SPPG tersebut.

“Untuk sementara ini kami memantau sekolah yang mendapat makanan dari SPPG itu. Kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari Puskesmas,” ujar Yunan.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengondisikan armada ambulans yang tergabung dalam forum ambulans se-Kapanewon Turi. Armada tersebut disiagakan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membawa siswa ke fasilitas kesehatan.

“Kita kondisikan ambulans, kita punya forum ambulans se-Kapanewon Turi. Semuanya standby kalau ada panggilan mendadak untuk memberikan pertolongan pertama dan dilarikan ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

Selain berkoordinasi dengan Puskesmas Turi, pemerintah kapanewon juga menyiapkan rujukan bagi siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke RSUD Sleman. Yunan mengimbau para orang tua agar tetap tenang dan terus memantau kondisi kesehatan anak masing-masing. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, gejala yang berkaitan dengan dugaan keracunan dapat muncul dalam rentang waktu tertentu, sehingga anak tetap perlu dipantau meski belum menunjukkan keluhan.

“Reaksi kalau keracunan tidak harus hari ini. Tetap dipantau dan dijaga anaknya bagaimana tetap sehat. Kalau ada gejala, dilarikan ke fasyankes terdekat,” jelasnya.

Ia memastikan biaya penanganan siswa yang terdampak dugaan gejala keracunan MBG akan ditanggung melalui SPPG dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

Pusing dan Muntah

Salah satu orang tua siswa, Budiyarti (36), mengaku putranya yang bersekolah di SMPN 3 Turi sempat mengalami pusing setelah mengonsumsi makanan MBG. Ia mengetahui adanya kejadian tersebut setelah melihat sejumlah ambulans berada di depan sekolah. Ia kemudian bergegas menuju sekolah untuk memastikan kondisi anaknya.

“Saya tidak tahu. Tadi pagi orang tua saya sedang sakit. Sampai jalan situ banyak ambulans. Saya tanya ada apa. Kata orang tua siswa lainnya ada keracunan MBG,” katanya.

Sesampainya di sekolah, Budiyarti melihat daftar siswa yang mengalami gejala. Ia kemudian memastikan nama putranya, Alif Riski, tercantum dalam daftar tersebut.

Menurut pengakuan anaknya, Alif sempat mengalami pusing dan muntah satu kali. Ia juga menyebut makanan yang dikonsumsinya berupa olahan daging.

“Saya tanya, sempat pusing sedikit dan muntah satu kali. Katanya makan bola-bola daging,” ujarnya. (Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *