Kerja Jurnalis Miliki Resiko Besar

Kota Jogja15 Dilihat

JOGJA, JANASVARA.COM
Pekerjaan jurnalistik memiliki berbagai risiko, terutama ketika jurnalis harus berada di lapangan untuk mendapatkan informasi dan mendokumentasikan peristiwa. Namun, risiko tersebut tidak boleh membuat keselamatan jurnalis diabaikan.

“Kerja jurnalistik memang menuntut kami untuk hadir di lapangan. Tetapi keselamatan tetap menjadi hal yang utama. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama,” jelas Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jogja Andreas Fitri di sela-sela doa bersama yang digelar PFI Jogja di Namburan Lor Nomor 7, Kemantren Keraton, Kota Jogja, Jumat (11/8/2026).

Andreas Fitri mengatakan doa bersama ini bertujuan mendoakan lima jurnalis yaitu M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.ccom), Yudistiro Pranoto/Yudhis (iNews), Firdaus Wajidi/Daus (Anadolu), Donal Husni (jurnalis lepas/freelance) yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di area Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera. Doa juga dipanjatkan untuk ketiga kru speedboat Arupadhatu 1, yakni Warta (55) Kapten, Surakman (60) ABK, dan Heriyanto (49) pemandu agar dapat segera ditemukan.

Andreas mengatakan, seluruh keluarga besar PFI Jogja terus memanjatkan doa agar proses pencarian berjalan lancar dan kelima rekan jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami berkumpul hari ini untuk melangitkan doa bersama, memohon agar lima rekan kami segera ditemukan. Kami berharap pencarian yang dilakukan hari ini dan seterusnya membawa kabar baik, dan yang paling utama, mereka semua dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Andre di lokasi Doa Bersama.

PFI Jogja mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan berharap operasi pencarian terus dilakukan secara maksimal. Hingga hari keempat, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir pulau-pulau kecil di sekeliling Gunung Anak Krakatau.

“Kami juga mendoakan Tim Basarnas, maupun relawan yang saat ini terus melakukan pencarian kepada rekan-rekan kami,” kata Andre.

PFI Jogja terus memberikan dukungan bagi seluruh keluarga jurnalis, kru kapal, agar tetap diberi kekuatan dan tetap optimis seluruh tim dapat segera ditemukan dengan selamat.

“Untuk keluarga tetap optimis seluruh tim dapat segera ditemukan dengan selamat. Semoga mereka semua dapat ditemukan dalam keadaan selamat serta kembali berkumpul dengan keluarga dan orang-orang yang menanti kepulangan mereka,” imbuh Andre.

Anggota PFI Jogja yang dituakan Becky Subekhi mengatakan doa bersama tak hanya digelar di Jogja tetapi juga digelar oleh PFI di lain daerah seperti di Malang, dan Surabaya.

“Saya meyakini bahwa kelima rekan kita yang sampai saat ini belum ada kepastian kabar keselamatannya apa yang kita lakukan di sini dan ribuan teman-teman menjadi penguat untuk mengumpulkan tenaga dan kembali lagi itu yang kita doakan,” kata Becky.

Ia menambahkan bahwa peristiwa yang menimpa lima orang jurnalis ini juga sebagai tamparan dan peringatan kepada awak media terutama para fotografer yang meliput area bencana.

“Ini tamparan juga bagi PFI sebenarnya sepenting-pentingnya kejadian momen lebih penting nyawa ada wacana keamanan peliputan akan dimasukan pada materi uji kompetensi,” tambahnya.

Anggota PFI Jogja, Dwi Oblo mengaku kenal dekat dengan Ari Basuki atau akrab dengan sapaan Arbas lebih dari 20 tahun lalu saat Arbas masih meliput untuk media Tempo.

Tahun 2006 Oblo bersama Arbas sempat liputan saat erupsi Gunung Merapi. Ia mengenal Arbas dengan sosok yang supel dan sering bercanda dengannya.

“Foto-fotonya memang dahsyat saya kagumi foto-fotonya dua tahun lalu sempat menang award, dapat penghargaan,” ujar dia.

Oblo juga mengenal sosok Arbas dengan sosok yang sangat peduli dengan keamanan setiap meliput bencana, Arbas selalu memikirkan mitigasinya.

“Sangat dia sangat peduli dan memikirkan kalau ada sesuatu lari kemana sangat peduli dengan itu,” kata dia.

Saat kabar rombongan Arbas kehilangan kontak ia syok dan merasa sedih. Ia berharap rombongan Arbas dapat segera ditemukan dengan selamat serta dapat berkumpul kembali dengan keluarga dan rekan-rekan.

“Harapannya tim SAR bisa menemukan paling tidak mungkin terdampar karena di sekitar krakatau ada pulau-pulau harapannya bisa ditemukan di salah satu pulau dan terdampar harapan kita semua,” pungkasnya. (Wisnu Wardhana)