KA Pandawa Mulai Beroperasi 1 Desember 2026, Jogja-Semarang Semakin Terkoneksi

Ekbis, Sleman79 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM-PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 6 Jogja akan segera mengoperasikan KA Pandawa relasi Jogja-Semarang. Pengoperasian kereta api tersebut akan menambah pilihan perjalanan bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya yang hendak menuju Semarang, begitu juga sebaliknya.

Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih mengatakan, KA Pandawa akan mulai beroperasi pada 1 Desember 2026, bersamaan dengan diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026.

banner 336x280

“Pengoperasian KA baru itu adalah wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan dan masukan dari para pelanggan. Terutama untuk dapat terus meningkatkan pelayanan dan customer experience (pengalaman pelanggan), sehingga tetap relevan serta adaptif dengan perkembangan zaman dan profil pelanggan,” ucap Feni, Kamis (5/11/2026).

Dia menambahkan, pemesanan tiket KA Pandawa untuk keberangkatan 1 Desember 2026 sudah bisa dipesan sejak Minggu (1/11/2026) melalui aplikasi Access by KAI. Dikatakan, Tiket KA Pandawa tersedia mulai harga Rp90.000. “Relasi terdekat mulai Rp90.000. Sedangkan untuk relasi penuh mulai Rp110.000,” katanya.

Feni menjelaskan bahwa rangkaian KA Pandawa terdiri dari enam gerbong kereta eksekutif dengan total 300 seat (tempat duduk). Nantinya, KA Pandawa akan berangkat setiap hari dengan dua jadwal keberangkatan. Dari Stasiun Tugu Jogja, KA Pandawa (282) akan berangkat pada pukul 10.50 WIB dan 18.35 WIB (KA 342 Pandawa). Sementara dari Stasiun Semarang Poncol, KA Pandawa (279) akan berangkat pukul 05.35 WIB dan KA Pandawa (339) berangkat pukul 14.45 WIB.

Selama perjalanan, KA Pandawa akan melakukan pemberhentian di Stasiun Tugu Jogja, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Tawang Semarang. Kendati demikian, khusus untuk KA Pandawa 342 akan berhenti di Stasiun Klaten.

Feni berharap, kehadiran KA Pandawa tidak hanya sekadar menjadi alternatif moda transportasi baru yang andal. Tetapi juga mampu mendongkrak konektivitas antarwilayah, khususnya poros Jogja—Solo—Semarang yang memiliki mobilitas tinggi. Pihaknya optimis tingkat keterisian penumpang akan terus tumbuh positif seiring dengan meningkatnya kebutuhan perjalanan bisnis, wisata, maupun komuter masyarakat di kawasan tersebut. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *