Ini Kronologi Demo Ricuh di Malioboro

Kota Jogja24 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Aksi unjuk rasa bertepatan momen peringatan Hari Sumpah Pemuda di kawasan Malioboro berakhir ricuh pada Rabu (28/10/2026) malam. Massa aksi dari berbagai elemen masyarakat itu sempat melakukan pelemparan batu dan kembang api ke halaman Kantor DPRD DIY hingga merusak sejumlah fasilitas publik, salah satunya ATM Bank BPD DIY di depan kantor dewan.

Massa tersebut sempat dipukul mundur oleh jajaran aparat kepolisian hingga teteg sepur atau Perlintasan Kereta Api Sebidang dekat Stasiun Tugu Jogja. Aparat terus bergerak memukul mundur massa hingga kawasan Tugu Jogja menggunakan water barrier.

banner 336x280

Aparat kepolisian dari Polda DIY mengungkapkan kronologi terjadinya kericuhan tersebut. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan bahwa awalnya aksi penyampaian aspirasi dari elemen mahasiswa dan pemuda di kawasan Malioboro berjalan dengan tertib dan damai. Dikatakan, sekitar pukul 17.30 WIB massa tersebut telah membubarkan diri dari Titik Nol Kilometer.

“Kemudian, setelah massa membubarkan diri, kami sangat menyayangkan ada sekelompok massa tak dikenal yang tiba-tiba mendatangi gedung DPRD DIY. Lalu melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api, termasuk melempar ke arah petugas parkir di Jalan Perwakilan (selatan gedung DPRD DIY). Sehingga terjadi keributan antara massa tak dikenal tadi dengan petugas parkir di Jalan Perwakilan,” jelasnya, Rabu (28/10/2026) malam.

Menurut Ihsan, massa tak dikenal itu datang dari arah barat. Mereka dikatakan tiba-tiba masuk ke kawasan Malioboro dan langsung menuju ke Gedung DPRD DIY.

“Jadi mereka datang tanpa orasi, langsung melakukan provokasi dengan melempar batu, membunyikan petasan, dan melempar kembang api ke arah DPRD, tempat anggota kami sedang stand by untuk melakukan pengamanan,” tuturnya.

Tak hanya melempar petasan, kembang api, ataupun batu, massa aksi tak dikenal juga melakukan pembakaran, salah satunya barang milik pedagang di Malioboro. Sejumlah fasilitas umum pun tak luput dari kerusakan akibat kericuhan itu.

“Tadi ada beberapa titik [pembakaran], masih kami data jumlah pastinya. Tetapi dengan sigap kami bisa memadamkan api, sehingga tidak meluas,” katanya.

Melihat keributan itu personel Polda DIY yang berada di sekitar gedung DPRD DIY kemudian keluar untuk membubarkan massa. Tujuannya agar keributan tersebut tidak semakin meluas.

Namun, justru terjadi perlawanan dari massa. Oleh karena itu, anggota kepolisian mundur ke dalam gedung DPRD DIY. Akan tetapi, massa kembali melakukan pelemparan dengan batu, petasan, dan kembang api, sehingga ada beberapa petugas yang mengalami luka.

“Atas tindakan anarkis dari massa itu, kami melakukan upaya pendorongan agar keluar dari kawasan Malioboro dengan melibatkan personel Dalmas. Sekitar pukul 22.00 WIB, situasi di seputaran Malioboro dapat kami kuasai kembali dan massa tak dikenal terus kami dorong menuju Teteg Sepur,” terang dia.

Pihaknya terus memukul mundur massa aksi karena masih terus melakukan pelemparan. Proses tersebut terus dilakukan hingga massa meninggalkan kawasan Tugu Jogja dan Jalan Mangkubumi.

“Situasi di Malioboro sudah kami kendalikan. Kami memastikan petugas akan terus stand by di sini untuk melakukan pengamanan dan memberikan jaminan keamann kepada masyarakat maupun wisatawan di seputaran Malioboro,” tuturnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *