Harga Pakan Melonjak, Peternak Bagi-bagi Ayam Gratis

Uncategorized21 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASWARA.com – Melonjaknya harga pakan dan anjloknya harga telor ayam membuat ratusan peternak se-DIY yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, Kota Jogja, pada Senin (10/8/2026). Dalam aksi tersebut sebanyak 1.600 ekor ayam petelur afkir (tak produktif) dibagikan secara gratis kepada warga dan pengguna jalan.
Aksi ini diikuti 500 peternak dari Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul.
Perwakilan Peternak dari Bantul, Andry, mengatakan, pembagian ayam-ayam petelur itu sengaja dilakukan agar masyarakat mengetahui keluh kesah peternak. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir para peternak petelur terus mengalami kerugian yang dipicu anjloknya harga telur hingga Rp20 ribu per kg. Padahal harga pakan ayam mengalami kenaikan hingga Rp8 ribu per kg.
“Idealnya kalau harga pakan Rp8 ribu per kg, maka minimal harga telur Rp26 ribu per kg. Supaya kami bisa menutupi biaya operasional dan regenerasi ayam. Namun, karena harga pakan naik terus, maka kami secara mandiri mengurangi jumlah populasi ayam dengan dibagi-bagikan,” ujarnya.

Langkah itu diambil untuk menyiasati beban biaya operasional yang membengkak akibat kenaikan harga pakan. Selain itu, juga mengurangi populasi ayam petelur yang kini semakin tinggi dan harganya anjlok hingga Rp13.000-Rp14.000 per ekor.

banner 336x280

Andry mengatakan, kondisi politik global memicu kenaikan harga pakan, mengingat sekitar 30 persen bahan baku pembuat pakan masih impor. Kondisi itu juga diperparah melonjaknya harga jagung sebagai bahan utama pakan ternak.

“Karena itu kami di sini untuk menyampaikan aspirasi atau wadul ke pemerintah melalui Dewan agar menurunkan harga pakan,” kata dia.

Perwakilan Peternak Gunungkidul, Subandi, menambahkan, aksi bagi-bagi ayam petelur afkir juga jadi strategi peternak agar bisa menekan biaya operasional, sehingga tidak mengalami rugi berkepanjangan. Mengingat per satu kg telur, peternak membutuhkan sekitar 3,5 kali harga per kilo pakan.

“Itu termasuk salah satu langkah untuk mengurangi jumlah populasi. Agar nanti suplai jumlah produksinya tidak berlebih dan harga bisa terangkat naik,” tuturnya.

Dia berharap nantinya ada program pemerintah yang bisa membantu penyerapan telur ayam, sehingga harga telur bisa terangkat naik.
“Jadi sesuai rumus supply and demand, kalau permintaan banyak otomatis nanti harganya juga akan terangkat,” harap dia.

Dalam aksinya, P3Y juga membawa enam tuntutan, yaitu meminta pemerintah agar menurunkan harga pakan ke tingkat wajar dan terjangkau dan mewujudkan harga telur yang adil bagi peternak dan konsumen. Selain itu peternak meminta pemerintah menciptakan tata niaga bahan baku yang sehat dan transparan, menjamin ketersediaan jagung setiap saat, memperkuat kelembagaan, serta perhatian terhadap sektor peternakan. (Dewi Rukmini)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *