Gelar Aksi di DPRD, Forum BEM DIY Bawa 10 Tuntutan

Kota Jogja25 Dilihat

JOGJA, JANASVARA.COM – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD DIY pada Kamis (27/8/2026). Aksi yang menyasar tiga titik lokasi itu membawa 10 tuntutan utama terkait persoalan otonomi daerah, pemberantasan korupsi, hingga reformasi institusi keamanan.

Pantauan Janasvara.com, rombongan massa aksi melakukan orasi di depan Kantor DPRD DIY sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, massa bergeser ke depan Istana Gedung Agung Jogja dan Titik Nol Kilometer untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada negara.

Koordinator Aksi Forum BEM DIY, Faturahman Djaguna, mengatakan, sentralisasi kekuasaan di tingkat pusat menjadi salah satu fokus utama kritik mahasiswa. Massa menuntut pemerintah pusat agar menguatkan otonomi dan fiskal daerah agar kebijakan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

​”Persoalan kebangsaan hari ini terletak pada terlalu sentralnya kekuasaan. Izin apa pun ditentukan pusat, padahal daerah lebih tahu kebutuhannya sendiri. Karena itu desentralisasi dan otonomi daerah harus diperkuat,” ujar Fatur di sela aksi, Kamis.

​Selain desentralisasi, pengesahan RUU Perampasan Aset juga menjadi materi tuntutan paling mendesak. Mereka menilai, pemerintah dan legislatif belum serius menuntaskan rancangan undang-undang tersebut meskipun telah diwacanakan sejak lama.

​”RUU Perampasan Aset harus segera disahkan untuk memberikan efek jera bagi koruptor dan menyelamatkan uang rakyat. Namun, kami juga menuntut transparansi draftnya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan elit tertentu,” papar dia.

Tuntutan lainnya yang dibawa antara lain, mewujudkan akses pendidikan gratis ilmiah secara demokratis. Kemudian, menuntut reformasi keamanan dengan menarik militer dan Polri dari ranah sipil, serta mendorong evaluasi penanganan kebakaran hutan (Karhutla) di sejumlah wilayah.

“Ada berbagai macam tuntutan lainnya yang kami narasikan dalam orasi-orasi dan disampaikan oleh perwakilan [massa aksi],” tuturnya.

Dia menegaskan, jika tuntutan yang disampaikan tidak mendapat tanggapan serius dari pemerintah. Maka Forum BEM DIY siap membangun koordinasi dan eskalasi gerakan yang lebih besar bersama aliansi mahasiswa di Jakarta.(Dewi Rukmini)