WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) resmi membuka Festival Literasi Kabupaten Wonosobo Tahun 2026, Kamis (23/7/2026), di kompleks Arpusda Wonosobo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juli 2026, ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Wonosobo Mohammad Riyatno, didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati, jajaran Forkopimda, serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonosobo Prayitno.
Membacakan sambutan Bupati Wonosobo, Riyatno menyampaikan bahwa Festival Literasi menjadi momentum strategis untuk meningkatkan budaya baca masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi layanan perpustakaan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Melalui sinergi bersama Bunda Literasi Daerah, kami berharap gerakan literasi berbasis keluarga mampu membangun ekosistem masyarakat Wonosobo yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo, Nilawati Diah, menjelaskan bahwa festival yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perpustakaan Nasional RI tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan sekaligus menunjukkan transformasi perpustakaan modern.
“Perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi ruang produktif berbasis inklusi sosial yang mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” kata Nilawati.
Ia menambahkan, konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial diwujudkan melalui keterlibatan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang mengisi puluhan stan pameran. Berbagai hasil literasi terapan ditampilkan, mulai dari keterampilan membatik hingga pengolahan komoditas lokal seperti singkong menjadi produk keripik bernilai ekonomi.
Festival Literasi 2026 menghadirkan 33 stan literasi nonkomersial yang menampilkan inovasi dan prestasi Perpustakaan Desa serta Perpustakaan Sekolah tingkat SD dan SMP dari 15 kecamatan. Selain itu, terdapat partisipasi dari Pojok Baca Nadliyin, Kementerian Agama, serta berbagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Tak hanya pameran, festival juga dimeriahkan dengan talkshow literasi, pementasan seni budaya, serta penampilan grup musik pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Wonosobo. Rangkaian kegiatan turut disesuaikan dengan agenda budaya daerah, seperti Ritual Topo Bisu dan Prosesi Pisowanan Agung dalam peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pegiat literasi, Pemkab Wonosobo juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada para pemenang lomba, di antaranya Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik 2026, Lomba Resensi Buku berbasis Koleksi Perpustakaan tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, serta Lomba Bertutur tingkat SD/MI.
Selain itu, diberikan pula Penghargaan Khusus Gerakan Literasi Daerah berupa dukungan sarana audiovisual serta hibah arsip lukisan dan video sejarah daerah sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya dan literasi lokal.
Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo optimistis mampu meningkatkan indeks kegemaran membaca, memperkuat kapasitas kreatif masyarakat, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi menuju Wonosobo yang semakin maju dan sejahtera. RLS
