Dokumen belum Selaras, Aset Pasar Godean belum Bisa Diserahkan

Sleman14 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Proses serah terima aset Pasar Godean dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memasuki tahap akhir. Pemkab Sleman kini masih menunggu penyelarasan sejumlah dokumen di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Aris Herbandang, mengatakan proses administrasi serah terima aset terus dikoordinasikan bersama pihak terkait. Hal itu disampaikan Aris saat jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/9/2026).

banner 336x280

“Jadi saat ini bola sudah ada di Kementerian PU. Kemudian teman-teman PUP kita sudah koordinasi dengan kementerian untuk penyelarasan dokumen, serah terima sudah komunikasi,” katanya.

Aris menjelaskan, proses penyerahan aset membutuhkan sejumlah tahapan administrasi dan kelembagaan. Pasar Godean dibangun oleh Kementerian PU sehingga proses pengalihan aset kepada Pemkab Sleman harus mengikuti mekanisme yang berlaku di pemerintah pusat.

“Ya saya nggak tahu ya (lamanya penyerahan aset). Saya kira proses administrasi, karena itu asetnya dari kementerian, kemudian yang membangun dari PU dan harusnya penyerahan asetnya melalui Sekretaris Negara (Setneg),” ujarnya.

Meski demikian, Aris belum dapat memastikan waktu resmi penyerahan aset tersebut. Belum adanya serah terima membuat Pemkab Sleman memiliki keterbatasan untuk melakukan perubahan fisik terhadap bangunan Pasar Godean. “Kalau sekarang belum ada serah terima, sehingga ketika mau mengubah fisik di Pasar Godean sangat terbatas,” katanya.

Salah satu contohnya terlihat pada kios emas. Menurut Aris, terdapat kios yang memiliki dua unit ruang tetapi masih dipisahkan tembok pembatas. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan biaya operasional pedagang. “Misalnya sebuah toko kios emas punya dua unit kios, kalau ada tembok pembatas, operasionalnya akan semakin tinggi. Harusnya dua orang cukup untuk jaga dan hanya butuh satu brankas, maka ini terpaksa harus menyediakan empat penjaga, dua brankas,” jelasnya.

Selain menunggu proses serah terima, Pemkab Sleman juga melakukan evaluasi terhadap kondisi dan aktivitas di Pasar Godean. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persebaran pengunjung yang belum merata di seluruh area pasar.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Sleman menyediakan lahan parkir di sisi barat pasar. Keberadaan fasilitas itu dinilai mulai membantu mengarahkan pengunjung ke pedagang yang selama ini masih minim pembeli.

Pemkab Sleman juga akan melakukan kajian terhadap pengembangan Pasar Godean pada akhir tahun melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Kajian tersebut akan melihat sejumlah aspek, mulai dari ekonomi, kondisi pasar, komoditas hingga sosial. Persoalan kemacetan di sekitar pasar juga akan menjadi bagian yang dikaji.

“Di ABT ini di akhir tahun ini untuk melihat terkait dengan pengembangannya, aspek ekonomi, aspek pasar, aspek komoditas, termasuk aspek sosial karena ada keluhan macet dan lain-lain. Apa yang menjadi penyebab kemacetan melalui kajian itu,” katanya.

Aris mengatakan hasil kajian tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan pembagian kewenangan dan langkah penanganan antara Disperindag, Satpol PP dan Trantib, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Di sisi lain, Pemkab Sleman masih melakukan perbaikan terhadap kerusakan ringan di Pasar Godean. Namun, perbaikan yang membutuhkan anggaran besar masih ditahan hingga proses serah terima aset selesai.

Sementara itu, kerusakan yang berkaitan dengan fasilitas penunjang aktivitas pedagang tetap diperbaiki. Misalnya ketika lift mengalami gangguan atau fasilitas yang digunakan untuk menunjang kegiatan di pasar mengalami kerusakan. “Misalnya lift-nya tiba-tiba rusak, ada dorongan troli ini yang mau nggak mau kita perbaiki,” katanya.

Aris juga menyebut beberapa bagian bangunan mulai mengalami kerusakan ringan. Salah satunya tembok yang mengalami perubahan akibat panas sehingga perekat pada bagian tertentu mulai terlepas.

Meski masih terdapat sejumlah persoalan, Aris menilai Pasar Godean mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya. Aktivitas usaha, khususnya di sisi timur dan utara pasar, mulai kembali berkembang.“Aktivitas di lingkungan pasar itu kegiatannya bagus, artinya pasar itu sudah menjadi daya tarik perekonomian di wilayah,” katanya.

Menurut Aris, sejak beroperasi sekitar satu tahun lalu, keberadaan Pasar Godean mulai mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Pedagang yang sebelumnya berjualan sebagai pedagang kaki lima mulai beralih dengan menyewa toko maupun ruang kios di sisi utara dan timur pasar.

“Pasar Godean dari buka satu tahun ini, lingkungan terutama sebelah timur dan utara pasar mulai banyak lagi. Artinya yang jualan bukan kaki lima menyewa toko, ruang di kios-kios yang ada di sebelah utara dan timur pasar dan mulai ramai. Artinya ini sudah mulai menjadi kebangkitan ekonomi yang potensial di wilayah,” ujarnya. (Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *