Dinkes Sleman Temukan Risiko Hipertensi dan Prediabetes pada Ribuan Pelajar

Sleman37 Dilihat

SLEMAN, JANASVARA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menemukan sejumlah risiko penyakit pada anak usia sekolah dan remaja. Temuan tersebut diketahui melalui skrining kesehatan yang dilakukan di lapangan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila, mengatakan salah satu temuan yang cukup menjadi perhatian adalah tingginya tekanan darah pada anak.

“Hasil skrining anak-anak ditemukan tekanan darah meningkat, hampir 30 persen,” kata Seruni saat jumpa pers di Aula Bappeda Sleman, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan hasil skrining terhadap 56.140 anak usia sekolah dan remaja, sebanyak 18,42 persen ditemukan memiliki tekanan darah tinggi.

Selain tekanan darah, Dinkes Sleman juga menemukan adanya peningkatan kadar gula darah pada sejumlah anak yang menjalani skrining. Beberapa hasil pemeriksaan bahkan menunjukkan kadar gula darah berada pada kisaran 200 hingga 500.

“Gula darah meningkat hampir satu persen. Jelas sekali gula darahnya tinggi,” ujarnya.

Seruni menjelaskan, sebanyak 0,73 persen anak ditemukan memiliki gula darah tinggi atau kondisi hiperglikemia yang belum terdiagnosis sebagai diabetes melitus. Sementara itu, sebanyak 3,62 persen anak ditemukan dalam kondisi prediabetes.

Menurut Seruni, kondisi tersebut tidak terlepas dari pola makan dan gaya hidup anak. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah pola makan yang tidak teratur, termasuk tingginya konsumsi karbohidrat serta makanan cepat saji.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor risiko. Karena itu, Dinkes Sleman mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan asupan makanan dan aktivitas anak sehari-hari.

“Ini menjadi keprihatinan bersama. Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar keluarga menjadi garda terdepan mengenalkan gizi seimbang pada anak,” katanya.

Orang tua juga diminta lebih memperhatikan jenis jajanan yang dikonsumsi anak. Seruni mendorong agar anak lebih banyak mengonsumsi makanan yang dibuat secara lokal dan sehat dibandingkan makanan cepat saji yang berpotensi mengandung banyak bahan tambahan.

Dinkes Sleman juga berkolaborasi dengan berbagai sektor untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap kesehatan fisik dan mental. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan positif, termasuk mendorong anak lebih aktif berolahraga.(Hadid Pangestu)