Biaya Perawatan Keracunan MBG Ditanggung SPPG dan Jamkesos

Sleman37 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Siswa yang mengalami gejala diduga keracunan setelah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Turi, Sleman, dipastikan mendapatkan penanganan kesehatan. Biaya perawatan bagi siswa terdampak disebut akan ditanggung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos).

Kepala Puskesmas Turi, Dyah Arum Ratnaningtyas, mengatakan siswa yang mengalami gejala seperti pusing, mual, maupun muntah dapat langsung mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

banner 336x280

Menurut Dyah, petugas surveilans Puskesmas Turi sebelumnya telah mengimbau pihak sekolah untuk menyampaikan informasi tersebut kepada orang tua siswa.

“Dari petugas surveilans kami memang sudah menyampaikan kepada sekolah penerima MBG agar orang tua siswa yang mengalami gejala, baik pusing, mual, muntah, dan lainnya, untuk datang ke faskes terdekat,” ujar Dyah saat ditemui, Senin (7/9/2026).

Dyah menjelaskan, sejumlah siswa mulai mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Turi sejak sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka berasal dari beberapa sekolah, yakni SMPN 3 Turi sebanyak 24 siswa, SD Muhammadiyah Balerante sebanyak dua siswa, dan SMK Muhammadiyah Turi sebanyak 19 siswa yang datang sekitar pukul 11.30 WIB.

Sementara itu, pihak Puskesmas Turi memastikan satu tenaga pendidik di SMPN 3 Turi yang sebelumnya mengalami keluhan tidak berkaitan dengan konsumsi MBG. Tenaga pendidik tersebut disebut mengalami kondisi tersedak.

Hingga pukul 13.40 WIB, para siswa yang didampingi orang tua atau wali mulai diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Dyah menyampaikan, pemeriksaan dilakukan melalui wawancara oleh dokter dan perawat serta pemeriksaan fisik, seperti pengukuran tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut jantung.

“Dari hasil pemeriksaan, kebanyakan mengalami pusing, mual, dan muntah. Kami memberikan obat berupa paracetamol, antasida, ranitidin, serta obat untuk gangguan pencernaan,” jelasnya.

Selain melakukan penanganan terhadap siswa, petugas juga telah mengambil sejumlah sampel dari sekolah-sekolah yang siswanya mengalami gejala. Sampel tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Panewu Anom Turi, Mohammad Yunan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kondisi dan jumlah siswa yang mengalami gejala.

Yunan bersyukur seluruh siswa yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Turi dapat tertangani. Ia mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala lanjutan setelah diperbolehkan pulang.

Ia juga memastikan adanya dukungan pembiayaan bagi siswa yang terdampak. “Kalau ada situasi setelah pulang, pembiayaannya ditanggung SPPG dan Jamkesos,” katanya. (Hadid Pangestu)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *