Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter Membentang di Jalan Malioboro

Berita16 Dilihat

JOGJA, JANASVARA.COM – Ada yang berbeda dengan suasana Jalan Malioboro pada Rabu (12/8/2026) sore. Ratusan pasang mata wisatawan tampak tertuju ke tengah Jalan Malioboro. Di sana terlihat ribuan orang mulai dari pelajar hingga Ibu-ibu dan Bapak-bapak anggota ormas berjalan beriringan sambil mengangkat bendera Merah Putih di atas kepala.

Bendera Merah Putih sepanjang satu kilometer itu dibentangkan memanjang dari depan Kantor DPRD DIY hingga Istana Gedung Agung Yogyakarta dalam gelaran parade kebangsaan. Sebelum bendera Merah Putih dibentangkan, kegiatan itu dimulai dengan kirab rombongan Paskibraka diikuti penampilan marching band, hingga berbagai komunitas pesepeda di Jogja.

Gelaran Parade Kebangsaan itu menjadi bagian dari sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila bertajuk Suara Inklusi untuk Semua 2026 yang digagas Diwa Foundation dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI).

Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI, Agus Moh Najib, mengatakan, Parade Kebangsaan dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter itu digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rombongan kirab tersebut disambut oleh 1.000 penyandang disabilitas yang bakal membacakan naskah proklamasi dengan bahasa isyarat di Istana Gedung Agung Yogyakarta.

“Jadi ini wujud Bhineka Tunggal Ika, berbagai macam budaya, suku, bangsa, dan termasuk penyandang disabilitas, serta semua warga negara Indonesia menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dengan gembira dan bahagia. Harapan ke depan setelah berumur 81 tahun, Indonesia menjafi negara yang lebih maju, sejahtera, dan makmur untuk semua rakyat tanpa terkecuali,” ucap Agus, Rabu.

Koordinator Kirab, Nurholis, menyampaikan, total ada seribu peserta yang membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Jalan Malioboro pada sore itu. Para peserta berasal dari 25 komunitas dan ormas serta pelajar di wilayah DIY.

“Acara Suara Inklusi untuk Semua itu membawa pesan memunculkan kepedulian terhadap inklusi. Bagaimana kepedulian terhadap adik-adik difabel kita angkat dan dibungkus dengan menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Kami berharap, masyarakat semakin tergerak (hatinya) kepada kaum difabel dan mempererat kebersamaan di antara kita,” tandasnya. ( Dewi Rukmini)