Bamuskal Wonokerto Minta Kasus Keracunan Diusut Tuntas

Sleman26 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman minta agar kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) diusut tuntas. Hal itu dilakukan setelah Bamuskal Wonokerto menggelar rapat koordinasi untuk menyikapi dugaan gejala keracunan yang dialami puluhan siswa setelah mengonsumsi MBG pada Senin (7/9/2026).

Hasil rapat tersebut dituangkan dalam Berita Acara Nomor 13/BPKAL.WK/MBG/IX/2026 dan ditandatangani Sutarja. Salah satu poin dalam pernyataan sikap itu adalah meminta SPPG Wonokerto selaku penyedia paket MBG untuk sejumlah sekolah ditutup.

banner 336x280

Berdasarkan berita acara tersebut, hingga Senin (7/9/2026) pukul 21.45 WIB, tercatat 65 siswa dari tiga sekolah mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Rinciannya, 35 siswa SMP Negeri 3 Turi, 23 siswa SMK Muhammadiyah Turi, dan tujuh siswa SD Muhammadiyah Balerante. Para siswa mengalami berbagai keluhan, seperti sakit perut, mual, muntah, diare, hingga pusing setelah mengonsumsi paket MBG yang disuplai SPPG Wonokerto di Dusun Ledoklempong, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi.

Bamuskal menilai langkah tersebut diperlukan untuk mencegah bertambahnya jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Sebab, apabila seluruh paket MBG yang telah dikirimkan dikonsumsi, jumlah siswa yang mengalami sakit dikhawatirkan bertambah.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bamuskal Wonokerto menyepakati empat poin pernyataan sikap, yaitu meminta pihak berwajib mengusut tuntas kejadian dugaan keracunan yang dialami para siswa, meminta SPPG Wonokerto ditutup, meminta Pemerintah Kalurahan Wonokerto bersikap tegas terhadap pengelola SPPG Wonokerto menyusul kejadian tersebut dan pihak SPPG diminta memberikan kompensasi kepada para korban yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam berita acara juga disebutkan, hingga saat ini belum terdapat perjanjian tertulis antara SPPG Wonokerto dengan Pemerintah Kalurahan Wonokerto maupun pihak Panitikismo. Bamuskal Wonokerto menyatakan pernyataan sikap tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dan dibuat tanpa tekanan dari pihak mana pun. Langkah itu disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan siswa yang menjadi penerima program MBG.

SPPG Ditutup
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Turi Wonokerto menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional dan pelayanan penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah puluhan siswa di sejumlah sekolah mengalami dugaan gejala keracunan. Penghentian operasional tersebut disampaikan melalui surat bernomor 001/POSKF/SPPG-STW/XII/2026 tentang pemberhentian operasional. Surat itu ditujukan kepada kepala sekolah/PIC sekolah, kader Posyandu, serta sejumlah pihak terkait.

Dalam surat tersebut disebutkan, penghentian operasional berlaku selama 20 hari, terhitung mulai 8 hingga 28 September 2026. “Dengan demikian, selama periode tersebut kegiatan operasional dan pelayanan penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Sleman Turi Wonokerto dihentikan sementara sesuai dengan ketentuan dan arahan yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang,” demikian tertulis dalam surat tersebut.

SPPG Wonokerto menyatakan kegiatan operasional akan kembali dilaksanakan setelah masa penghentian sementara berakhir atau berdasarkan arahan lebih lanjut dari pihak yang berwenang. Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani Kepala SPPG Sleman Turi Wonokerto, Rifqi Dimas Pratama. (Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *