Ani Martanti : Dari Desa Bisa Menghasilkan Pendapatan Luar Biasa

Sleman24 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman terus membuka ruang aspirasi guna memacu geliat desa wisata terus tumbuh dan memfasilitasi kebutuhan warga. Di antaranya dengan pelatihan kemampuan dan kapasitas SDM hingga bantuan fasilitas pendukung.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sleman, Ani Martanti dalam dialog di Desa Wisata Pentingsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, pada Jumat (14/8/2026). Dialog ini juga menghadirkan Panewu Cangkringan, Tamzis Sarwana dan Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Ciptaningtyas.

banner 336x280

Dia juga mencontohkan Desa Wisata Pentingsari yang dinilai sukses membangun kolaborasi nyata antara masyarakat dan pemerintah melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif serta mandiri. “Sebenarnya masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari sumber penghasilan. Dari desa tempat kita tinggal saja bisa menghasilkan pendapatan luar biasa, syaratnya dengan mengolah dan melestarikan potensi yang ada. Memang terkesan gampang tetapi penerapannya butuh komitmen. Kami di DPRD siap terus mem-backup kebutuhan peningkatan SDM dan fasilitas warga,” tutur Ani.
Keberlanjutan sebuah desa wisata tidak hanya bergantung pada tingginya angka kunjungan wisatawan dan dampak ekonomi yang dirasakan warga. Keselarasan dalam merawat alam, menjaga budaya lokal, serta kepatuhan terhadap regulasi tata ruang juga menjadi modal utama agar ekosistem pariwisata berbasis masyarakat dapat bertahan dalam jangka panjang.

Komitmen itulah yang terus dipegang oleh Desa Wisata Pentingsari di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Ciptaningtyas, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2008 hingga kini, Desa Wisata Pentingsari terus eksis karena konsisten menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan pengalaman autentik bagi para pelancong.

“Prinsip utama kami adalah bagaimana memberdayakan seluruh potensi warga lalu dikemas menjadi paket-paket wisata, sehingga para wisatawan bisa belajar banyak di Pentingsari. Tentu manfaat ekonomi harus disertai dengan keseimbangan sumber daya alam. Karena kami ingin wisatawan merasa nyaman menikmati vegetasi yang asri, suara burung,hingga suasana malam yang alami di Pentingsari,” papar Ning.

Dia menuturkan, setiap desa pada dasarnya memiliki potensi untuk berkembang menjadi desa wisata. Asalkan mampu menemukan dan mengangkat unique selling point atau keunikan lokal dan ciri khas masing-masing desa.

Selain mengangkat potensi khas, Ning menyebut, kesiapan masyarakat untuk menerima kunjungan wisatawan juga menjadi kunci agar desa wisata bergeliat. “Kalau sudah siap, bisa mengajukan diri sebagai desa wisata. Tapi desa wisata tentu harus terus berinovasi dan menjaga keseimbangan alam, seni, budaya, dan kearifan lokal. Agar wisatawan selalu datang dan datang lagi ke desa wisatanya,” kata dia.

Panewu Cangkringan, Tamzis Sarwana, menegaskan bahwa pemerintah kapanewon terus mendukung penuh atau Tut Wuri Handayani inisiatif dan kemandirian masyarakat yang sudah terbangun sejak lama dalam mengelola potensi desanya. Menurutnya, kesederhanaan tradisi justru menjadi nilai lebih dalam mempromosikan aktivitas desa wisata.

“Budaya betul-betul dilestarikan. Bahkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti membatik, bermain gamelan, petik kopi, hingga menanam padi bisa menjadi atraksi wisata. Konsep homestay di sini pun tidak perlu mewah, yang penting bersih dan nyaman,” ungkap Tamzis.

Kendati demikian, ia selalu mengingatkan bahwa arah pembangunan fisik dan upaya pelestarian lingkungan jangan saling bergesekan, melainkan bisa saling mendukung satu sama lain.(Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *